Breaking News:

Lonjakan Kasus Covid

"SEPERTI BARA Api," 104 Negara Tertular Virus Corona Varian Delta: 2 Kali Vaksin Sudah Cukup

Mixing vaccines atau menambah dosis vaksin Covid-19 sebagai vaksin booster belum diperlukan bagi sejumlah negara.

Editor: Wiedarto
kontan.co.id
ilustrasi vaksin covid-19 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Mixing vaccines atau menambah dosis vaksin Covid-19 sebagai vaksin booster belum diperlukan bagi sejumlah negara. Termasuk Indonesia, Juru bicara satuan tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk tidak melakukan mixing vaccines tersebut. Dua dosis vaksin sudah cukup, sehingga vaksin dosis ketiga belum diperlukan saat ini.

"Untuk saat ini secara umum dua kali dosis vaksin sudah cukup bagi masyarakat umum untuk membentuk kekebalan individu," kata Wiku, dikutip dari Kompas.com, Selasa (13/7/2021). "Sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan mixing vaccines atau penambahan dosis booster sendiri dan bahkan tanpa pengawasan kesehatan," tuturnya.

Wiku memastikan fokus utama pemerintah saat ini adalah pada percepatan pembentukan kekebalan komunitas atau herd immunity sesegara mungkin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan untuk sejumlah negara seharusnya tidak membeli vaksin penguat atau booster bagi warga yang sudah divaksinasi. Hal ini karena banyak negara lain yang belum memberikan vaksin dosis pertama bagi warga.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesu mengatakan, saat ini tingkat kematian meningkat, varian Delta menjadi varian dominan yang memakan korban jiwa, dan banyak negara belum memiliki persediaan vaksin yang cukup untuk melindungi tenaga kesehatan. "Varian Delta menjalar ke seluruh dunia, seperti bara api, yang menyebabkan peningkatan kasus dan kematian," kata Tedros.

Dia mengatakan varian Delta yang pertama kali ditemukan di India, saat ini sudah ditemukan 104 negara. "Kesenjangan global akan pasokan vaksin Covid-19 sangat timpang dan tidak adil," katanya.

Kenapa vaksin booster dianggap belum diperlukan? Ilmuwan Kepala WHO, Soumya Swaminathan mengutip Kompas.com mengatakan saat ini belum ada bukti cukup soal perlunya vaksin penguat atau booster bagi mereka yang sudah menerima vaksin dua kali. Vaksin penguat mungkin akan diperlukan, namun untuk saat ini masih belum diperlukan.

"Semua harus didasarkan pada sains dan data, bukannya tergantung pada perusahaan tertentu yang mengatakan vaksin mereka harus digunakan sebagai penguat," kata Dr Swaminathan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dua Dosis Vaksin Covid-19 Cukup, WHO: Vaksin Booster Belum Diperlukan"
Penulis : Maya Citra Rosa
Editor : Maya Citra Rosa

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved