Breaking News:

Berita Religi

Bolehkah Seseorang Berkurban Tapi Masih Punya Utang? Ternyata Ini Penjelasan Jangan Sampai Jadi Dosa

Menjelang hari raya Idul Adha, umat muslim berlomba-lomba untuk berkurban, mana yang sebaiknya didahulukan, kurban atau utang? Beirkut ulasannya.

Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
Grafis/Anton
Ilustrasi terjerat utang 

Asalkan kurban tersebut dilaksanakan ketika utang belum jatuh tempo atau zakat belum datang haul.

Selain itu, bisa juga dengan meminta izin kepada pemberi utang agar diberi keringanan untuk memundurkan tenggat waktu bayar utang agar bisa berkurban bulan ini.

Perlu diingat bahwa harta seseorang yang memiliki utang itu sesungguhnya merupakan bagian dari harta pemberi utang.

Oleh karena itu, kurban baru boleh dilaksanakan apabila si pemberi utang mengizinkan untuk memundurkan waktu jatuh tempo pembayaran.

Cara ini bisa menghindarkan seseorang dari dosa apabila ingin berkurban sementara masih memiliki utang yang jatuh tempo.

Kesimpulannya, berkurban tidak boleh dilaksanakan apabila masih memiliki utang yang jatuh tempo.

Dahulukan perkara wajib seperti utang, zakat, atau nafkah keluarga dibanding berkurban yang hukumnya sunnah.

Boleh berkurban asalkan utang belum jatuh tempo atau sudah diberi izin oleh pemberi utang.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved