Breaking News:

15 MENIT Kuasai Jalan, Ratusan Mahasiswa Kocar-kacir Dibubarkan Aparat: Gelombang Demo Tolak PPKM

Aksi unjuk rasa menolak penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Editor: Wiedarto
Kompas.com
Demo menolak penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di depan kantor Wali Kota Ambon berlangsung ricuh, Kamis (15/7/2021) 

SRIPOKU.COM, AMBON--Aksi unjuk rasa menolak penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Selain di Pasuruan Jawa Timur, aksi penolakan juga terjadi di Kota Ambon.  Massa yang menolak PPKM mikro di Kota Ambon bahkan bentrok dengan polisi pada Jumat (16/7/2021) sore.

Bentrokan terjadi setelah ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Ambon, Jalan Sultan Hairun, dipukul mundur polisi yang mengamankan aksi.
Massa dipukul mundur setelah 15 menit menduduki Jalan Sultan Hairun dan berorasi di depan kantor wali kota.

Tak terima dibubarkan secara paksa, para mahasiswa melawan hingga terjadi bentrokan tersebut.

Mahasiswa lalu berlindung di dalam Kompleks Tugu Gong Perdamaian Dunia.

Sementara puluhan mahasiswa lain yang terjebak ditangkap polisi.
Sementara para mahasiswa yang ditangkap langsung dibawa ke kantor Polsek Pos Kota yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi unjuk rasa.

“Ada lebih dari 20 rekan kita yang ditahan dan saat ini kita masih menunggu teman-teman lain yang sedang bernegosiasi,” kata salah satu koordinator unjuk rasa, Randi Rahman Latuconsina di depan Polsek Pos Kota, Jumat sore.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang membenarkan sejumlah pengunjuk rasa ditahan dalam bentrokan tersebut.

Ia mengatakan, penahanan puluhan mahasiswa itu dilakukan untuk meredam provokasi yang dilakukan terhadap mahasiswa lainnya.

“Ada beberapa orang diamankan nanti kita coba ambil keteranganya terkait bentrok tadi. Mereka diamankan agar yang lainnya tidak ikut terprovokasi teman-teman yang lain," kata Leo di lokasi unjuk rasa.

Leo menambahkan, pembubaran paksa unjuk rasa mahasiswa tersebut karena aksi itu ilegal dan tidak mengantongi izin.

“Aksi ini tidak mengantongi izin dari kepolisian, dan selama PPKM kita dari Polresta tidak mengeluarkan izin untuk aksi unjuk rasa,” katanya.

Berdasarkan pantauan di kantor Polsek Pos Kota hingga Pukul 16.30 WIT, puluhan mahasiswa yang ditangkap itu masih menjalani pemeriksaan dan belum dilepas.

Untuk diketahui aksi unjuk rasa menolak PPKM di Ambon ini telah berlangsung sejak Kamis (15/6/2021).

Adapun aksi yang digelar hari ini melibatkan mahasiswa dari IAIN Ambon, Universitas Pattimura, dan mahasiswa Universitas Darusalam.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Demo Tolak PPKM Meluas di Sejumlah Kota, di Ambon Puluhan Demonstran Ditangkap usai Bentrok
Penulis: | Editor: Feryanto Hadi

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved