Breaking News:

Idul Adha

Bolehkah Sholat Idul Adha Berjemaah di Masjid Agung Palembang, Ketua MUI: Masyarakat Sudah Kangen

Sholat Idul Adha itu termasuk agenda pemerintah, mereka yang punya kebijakan. Masjid Agung ini hanya kebagian tempat dan panitia saja

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/Rahmad Zilhakim
Suasana foto jemaah dari udara di Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Palembang, Jumat (07/31/2020). Sejak Pukul 06.00 WIB masyarakat kota Palembang sudah mulai mendatangi masjid untuk melaksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Palembang. Sebelum memasuki masjid nampak para petugas memeriksa suhu tubuh jemaah dan memberikan handsanitizer demi memutus rantai covid-19. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengurus Yayasan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo Palembang masih menunggu intruksi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, terkait digelarnya sholat Idul Adha 1442 H yang bakal jatuh pada, Selasa (20/7/2021) mendatang.

Ketua Yayasan Masjid SMB Jayo Wikramo, Kgs Ahmad Sarnubi mengatakan mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi covid-19 dan sedang berlangsungnya Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pengurus Yayasan Masjid Agung Palembang masih menunggu arahan Walikota Palembang sebagai pemangku kebijakan.

"Sholat Idul Adha itu termasuk agenda pemerintah, mereka yang punya kebijakan. Masjid Agung ini hanya kebagian tempat dan panitia saja," katanya, Kamis (15/7/2021).

Menurut Sarnubi, pihaknya masih menunggu arahan dari Pemkot Palembang untuk menggelar Sholat Idul Adha tahun ini.

Pihaknya tak ingin kejadian Sholat Idul Fitri yang tiba-tiba dilarang jelang H-1 pada Idul Fitri kemarin terulang.

Makanya saat ini, pihaknya masih terus menunggu arahan.

"Intinya kita masih menunggu, belum bisa menjawab boleh atau tidak. Kalau sudah ada keputusan baru kita umumkan," jelas Sarnubi.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palembang, Saim Marhadan menjelaskan pihaknya mengajak kepada umat Islam dan masyarakat pada umumnya untuk menyukseskan PPKM sebagai ikhtiar terbebas dari wabah Covid-19.

Untuk itu, pihaknya enggan gegabah untuk menggelar sholat Ied berjamaah dan masih terus berkordinasi dengan pemerintah terkait sholat Idul Adha.

"Sampai sekarang belum ada keputusan, secepatnya pemerintah dan pihak terkait mengambil keputusan," ungkapnya.

Kendati belum ada keputusan, namun MUI Palembang telah banyak menerima usulan dari masyarakat agar digelarnya Sholat Idul Adha pada tahun ini.

Menurutnya, masyarakat sudah kangen menggelar solat Id berjamaah, apalagi pada sholat Idul Fitri dan Adha sebelumnya sholat Id ditiadakan dampak Pandemi Covid-19.

Usulan dari para jemaah yang hendak menggelar Sholat Ied berjamaah di Masjid dan lapangan ini, akan dibawa Saim ke rapat bersama Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag), Pemerintah dan daera pihak terkait lainnya.

"Secara pribadi saya setuju sholat Ied berjamaah, asalkan diterapkan prokes super ketat. Masyarakat juga sudah kangen. Usulan jemaah ini akan saya sampaikan, tetapi keputusan ada di pemerintah," ujar Saim.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved