KONI Sumsel

KONI Sumsel Berlakukan WFH, Jamin Pelatda Terpusat Tetap Jalan

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah memberlakukan PPKM , KONI Sumsel menerapkan WFH (Work from Home) bagi staf dan pengurusnya.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Sekda Provinsi Sumsel DR Achmad Najib didampingi Ketum KONI Sumsel H Hendri Zainuddin SAg SH meresmikan Pelatda Terpusat di Wisma Atlet JSC Palembang, Senin (5/7/2021) malam. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), KONI Sumsel menerapkan WFH (Work from Home) bagi staf dan pengurusnya. 

"Mulai hari ini WFH kepada seluruh pengurus dan staf sampai PPKM ini berakhir. Terkecualikan untuk Pelatda Terpusat. Petugas kita tetap bertugas full intens karena kita ingin memberikan pelayanan terbaik," ungkap Sekum KONI Sumsel Ir Suparman Romans kepada Sripoku.com, Rabu (14/7/2021). 

Apalagi, Suparman Romans yang saat ini menjadi Pelaksana Tugas Ketua Tim Pelatda Terpusat Sumsel PON XX, setelah membaca berita Presiden Joko Widodo memutuskan tetap melanjutkan rencana penyelenggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX meski pandemi Covid-19 di Indonesia tengah mengalami lonjakan.

Artinya kontingen Sumsel harus siap tanding. 

"Kita harus tetap siaga menghadapi PON maupun Porprov. Porprov akan tetap dilaksanakan November 2021 di OKU Raya. Itu sudah ada keputusan Pak Gubernur," ujarnya. 

Pelatda Terpusat Sumsel itu sendiri sejak diresmikan Sekda Provinsi Sumsel DR Achmad Najib 5 Juli, tetap jalan. 

"Semua dikonsentrasikan di JSC. Diinapkan di wisma. Memang sebagian ada beberapa cabor di luar Jakabaring. Seperti Pencaksilat, Taekwondo, Muay Thai, Bermotor. Begitu juga dengan atlet yang ada di Jakarta dan Bandung mengikuti Pelatnas," katanya. 

Baca juga: Harapan Atlet Anggar Sumsel Usai Targetkan 2 Medali Emas Saat PON 2021 di Papua

Ia menjelaskan, terus dilakukannya Pelatda Terpusat ini diharapkan atlet lebih konsentrasi dan programnya bisa terpantau progres hari per hari. 

"Apakah sesuai target dan pola latihan apakah sesuai dengan klasifikasi latihan yang bisa memenuhi target medali. Baik porsi latihan teknik. Kebutuhan nutrisi dan juga progres untuk kesiapan mental psikologi," jelas mantan Ketum KONI Kota Palembang itu.

Terkait minimnya anggaran dukungan bagi Kontingen Sumsel yang akan berjuang di pesta olahraga PON XX di Papua mendatang, KONI Sumsel juga telah berdiskusi dengan Komisi V DPRD Sumsel. 

"Selain menyampaikan soal rencana perampingan pengurus/staf. Kita juga sekaligus menyampaikan agar Komisi V bisa melibatkan KONI supaya dapat informasi tentang kebutuhan riil prestasi olahraga di Sumsel dalam pembahasan anggaran," ujar Suparman. 

Menurutnya, saat ini KONI minta agar dibantu total anggaran Rp 53 miliar di 2021. Karena baru cuma dicairkan Rp 12,5 miliar. 

"Artinya masih butuh Rp 40 miliar lagi. Ini untuk kebutuhan Pelatda, pemberangkatan kontingen, pemenuhan kebutuhan selama PON (uang saku atlet gizi dll), Porprov yang akan tetap dilaksanakan November 2021 di OKU Raya, operasional KONI, bantuan rutin cabor, biaya pembinaan atlet pelatih yang masuk dalam program KONI, bonus Porwil. Bantuan khusus peralatan cabor dan KONI kabupaten/kota (Rp 5,9 miliar)," bebernya. 

Termasuk untuk bonus atlet peraih medali pada Porwil Bengkulu 2019 itu kata Suparman sudah di 2020 diajukan. 

"Cuma pengajuan KONI dicoret. Saya lupa nominalnya. Hanya saja sesuai hasil standar ditetapkan.  Konsepsi kita sudah mengakomodir kebutuhan cabor, atlet. Kita mengajukan Rp 103 m, diskusi lagi dikurangi Rp 95 m, laluturun Rp 53 m.T Terealisasi hanya Rp 12,5 m. Kita mau bicara apa. Bagaimana memanajnya lagi. Apalagi mau bicara prestasi," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved