Breaking News:

Berita Lubuklinggau

HAJATAN Resmi Dilarang, Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe : Rumah Sakit Kita Sudah Penuh

SN Prana Putra Sohe meminta para Lurah dan Camat se Kota Lubuklinggau untuk menindak tegas warga yang masih melaksanakan hajatan di Kota Lubuklinggau

Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/Dokumen
Walikota Lubuklinggau Drs. H. SN Prana Putra Sohe, M.M 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe meminta para Lurah dan Camat se Kota Lubuklinggau untuk menindak tegas warga yang masih melaksanakan hajatan di Kota Lubuklinggau.

Hal tersebut disampaikan wali kota yang biasa dipanggil Nanan ini saat menjawab pertanyaan Lurah ketika
apel pelaksanaan PPKM bersama Forkompinda di depan Masjid Agung Assalam, Selasa (13/7/2021) pagi.

Nanan menjelaskan, kondisi Kota Lubuklinggau saat ini setiap hari puluhan orang terpapar Covid-19 dan harus menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri.

"Setiap hari 20-30 orang terpapar Covid-19, rumah sakit kita sudah penuh, kalau rumah sakit penuh mau kemana lagi, sekarang Lubuklinggau sehari dua orang meninggal dunia, karena dari hajatan itu kita tidak tahu siapa yang kena,"ungkapnya.

Nanan menegaskan, upaya untuk mencegah itu adalah upaya yang dilakukan Pemkot Lubuklinggau saat ini, bila beberapa hari kedepan masih ada yang melakukan akan langsung ditindak tegas.

"Tadi saya sudah instruksikan kepada Lurah, Camat termasuk Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas serta Kapolsek, bahkan bila perlu saya wali kota, Kapolres dan Dandim membubarkannya," ujarnya.

Kemudian kepada pihak katering dan yang punya hajatan untuk saling memaklumi, bila ada yang sudah melakukan pembayaran DP harap diselesaikan secara kekeluargaan, karena pembatalan saat ini bukan tuan rumah tapi instruksi mendagri.

"Ini instruksi dari pusat bukan kehendak kita, pemilik katering kita mintak dimaklumi, sekarang harus tahu sama tahu saja," ungkapnya.

Nanan menyampaikan, akad nikah di Kota Lubuklinggau sekarang tidak dilarang masyarakat boleh melangsungkan akad nikah tapi pelaksanaannya harus di KUA dan setelah itu selesai langsung pulang ke rumah.

"Jangan main akal-akalan setelah akad malah resepsi di rumah, kalau ada yang kedapatan akan kena sanksi, masyarakat perlu tahu sanksi karantina wilayah ini ada, bila melanggar sanksinya pidana, pelanggar proses ini sekarang sudah ada sanksinya," paparnya.

Sementara, Dandim 0406 Lubuklinggau, Erwinsyah Taufan menegaskan bila ada yang masih nekad menyelenggarakan hajatan sekarang harus tegas melanggar dibubarkan.

"Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas datangi jangan ada lagi tawar menawar, selama PPKM ini intinya tegas, setelah PPKM nanti ada petunjuk lebih lanjut lagi," ujarnya. (Joy/TS) 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved