Breaking News:

Airlangga Hartarto

Airlangga: Pemerintah Jaga Laju Ekonomi Selama PPKM Darurat

Airlangga menegaskan, pemerintah sudah menyiapkan antisipasi untuk merespons resiko perlambatan ekonomi ini.

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Staf Menko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr Ir H Airlangga Hartarto MMT MBA meminta masyarakat tidak perlu khawatir munculnya potensi perlambatan ekonomi saat penerapan PPKM Darurat alam keterangan virtual di Jakarta, Senin (12/7/2021) kemarin. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr Ir H Airlangga Hartarto MMT MBA meminta masyarakat tidak perlu khawatir munculnya potensi perlambatan ekonomi saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  Darurat.

Airlangga menegaskan, pemerintah sudah menyiapkan antisipasi untuk merespons resiko perlambatan ekonomi ini.

Airlangga mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai bantuan sosial yang menjadi program pemulihan ekonomi (PEN).

Menko Airlangga: Kebijakan PPKM Darurat Tidak Mengganggu Sektor Esensial

Menko Airlangga: Indonesia Merupakan Negara Ekonomi Terbesar di ASEAN

“Saat ini pemerintah melakukan realokasi dan refocusing terhadap program PEN agar penanganan pandemi bisa mendorong daya beli masyarakat dan juga menjaga roda ekonomi,” tutur Airlangga dalam keterangan virtual di Jakarta, Senin (12/7/2021) kemarin.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menambahkan, pemerintah melakukan realokasi, refocusing, dan reprioritisasing sekitar Rp 225,54 triliun sebagai antisipasi pengetatan PPKM.

Anggaran sebesar ini untuk mendorong berbagai program prioritas.

Menko Airlangga: Positivity Rate Covid-19 Tidak Bisa Dicurangi

"APBN kita cukup fleksibel dalam merespons berbagai dinamika kondisi sosial ekonomi yang berkembang di masyarakat,” tegas Airlangga.

Ia menegaskan beberapa stimulus yang disiapkan pemerintah antara lain, diskon listrik, bantuan produktif, bantuan sosial tunai.

Bantuan sosial tunai (BST) diperpanjang hingga Agustus dengan target 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Setiap KPM akan menerima Rp 300 ribu per bulan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved