Kasus Dokter Lois

'STOP Membunuh dengan Vaksin,' Postingan Terakhir Dokter Lois Sebelum Dijebloskan ke Tahanan

Ditangkapnya dokter Lois Owien oleh pihak kepolisian, ditanggapi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah.

Editor: Wiedarto
Instagram
dr Lois Owien 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Ditangkapnya dokter Lois Owien oleh pihak kepolisian, ditanggapi oleh Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah menanggapi penangkapan dokter Lois Owien tersebut setelah dokter Tirta Hudhi mencuitkan di akun Twitternya, kasus tersebut akan ditangani Mabes Polri setelah dilimpahkan dari Polda Metro Jaya.

Fahri Hamzah menyebut bahwa jika kasus dokter Lois Owien itu akan menarik jika sampai ke pengadilan.

"Ini kalau sampai pengadilan seru kali ya…hakim bisa banyak belajar," tulis Fahri Hamzah dalam akun Twitter-nya @fahrihamzah Senin (12/7/2021).

"Saya gak setuju orang ditangkap untuk disuruh diam dan diajak damai. Tidak mendidik rakyat," tambahnya.

Seperti diketahui, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan ditangkapnya dr Lois Owen oleh Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, karena telah menyebarkan berita bohong terkait penanganan Covid-19 di media sosial.

"Dokter L menyiarkan berita bohong dengan sengaja, yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan menghalangi penanggulangan Covid-19. Yang dia lakukan melalui beberapa platform di media sosial," ujar Ramadhan dalam konferensi pers virtual, Senin (12/7/2021).

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Menurut Ramadhan ada 3 platform media sosial yang dia gunakan.

"Salah satu pernyataan dokter Lois yang meresahkan masyarakat yakni penyebab kematian pasien atau masyarakat yang tidak diakibatkan oleh Covid-19 melainkan oleh obat-obatan yang dikonsumsi," katanya.

"Jadi, salah satu diantara postingannya adalah ia mengatakan korban yang selama ini meninggal karena Covid-19 itu nyatanya bukan karena Covid-19. Melainkan diakibatkan karena interaksi antar obat dan pemberian obat dalam enam macam itu," jelas Ramadhan.

Ramadhan menegaskan sampai dengan saat ini, Polri akan terus menindaklanjuti terkait perkara berita bohong dr Lois tersebut.

Pihaknya pun telah mengantongi sejumlah barang bukti berupa tangkapan layar unggahan dari yang bersangkutan.

"Barang bukti yang diamankan itu ada screenshot postingan dari media sosial," katanya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved