Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Cerita Sukses Selandia Baru Atasi Covid-19, Pakai Satu Merek Vaksin Tapi Lewat Uji Klinis Ketat

Pemerintah Selandia Baru tidak begitu sulit menghadapi varian baru, seperti delta. Karena sikap mereka sudah terbentuk.

Editor: Soegeng Haryadi
warta kota/alex suban
Tantowi Yahya 

DUTA Besar RI untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya mengungkap kunci keberhasilan Selandia Baru mengatasi virus corona, termasuk varian Delta. Selandia Baru melakukan berbagai persiapan, sebelum Covid-19 'menghampiri'. Tercatat negara itu, menjadi yang terakhir yang warganya tertular Covid-19. Disampaikan Tantowi saat berbincang bersama Staf Direksi Tribun Network Hasanah Samhudi dan Manajer Pemberitaan Tribun Network Rachmat Hidayat, keberhasilan Selandia Baru mengatasi pandemi Covid-19 karena partisipasi aktif masyarakatnya. Meski berbeda latar belakang politik, masyarakat Selandia Baru tetap bersatu untuk bersama-sama melawan Covid-19. Berikut wawancara Tribun Network bersama Tantowi Yahya.

Bagaimana Selandia Baru mengatasi gelombang kedua pandemi Covid-19?
Selama masa persiapan, mereka sudah membuat perangkat hukum untuk menjadi payung terhadap semua kegiatan. Mereka berhasil membuat Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibuslaw, menggabungkan empat Undang-Undang yang Undang-Undang Covid-19.

Dengan perlindungan Undang-Undang itu mereka melakukan tindakan terhadap mereka yang melanggar ketentuan, hukum, dan Undang-Undang. Pada awal Maret saat lockdown, polisi razia, yang melanggar ditangkap. Dari menegur, dibawa ke kantor polisi, dan ditahan.

Baca juga: Begini Cara Inggris Atasi Covid-19, Prioritaskan Vaksin dan Siswa Tes Antigen Gratis

Mereka yang bandel, misal berkumpul, ke luar rumah, ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara. Hukum itu dan ditegakan. Setelah itu tidak banyak lagi yang melanggar. Pemerintah tidak akan sukses kalau tidak didukung.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Bagaimana situasi di Selandia Baru setelah ada varian baru?
Pemerintah Selandia Baru adalah pemerintah yang pada awalnya memang percaya Covid-19 itu ada. Mereka melakukan berbagai persiapan. Setelah persiapan dilakukan, tahap kedua pelaksanaan. 1,5 tahun konsisten. Peraturan Perundang-Undangan jelas, dan dilaksanakan konsisten.

Rakyatnya ikut dan patuh kepada hukum. Respect terhadap pemerintah. Partisipasi masyarakat. Sehebat pemerintah, tanpa didukung masyarakat tidak maksimal jadinya. Tidak semua rakyat Selandia Baru mendukung, yang kalah Pemilu dua tahun lalu, tidak mendukung pemerintahnya.
Tapi menyangkut keselamatan bersama mereka bersatu apapun latar belakang dan politiknya.

Langkah mereka satu. Pemerintah Selandia Baru tidak begitu sulit menghadapi varian baru, seperti delta. Karena sikap mereka sudah terbentuk.

Jadi disuruh lockdown, tidak keluar rumah, pakai masker, masyarakatnya disiplin. Mereka takut betul jadi agen penularan. Ketakutan bersama berhasil membuata suasana kondusif dan nyaman.

Apa sanksi atau hukuman bagi warga yang melanggar protokol kesehatan?
Selama masa persiapan, mereka sudah membuat perangkat hukum untuk menjadi payung terhadap semua kegiatan. Mereka berhasil membuat Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibuslaw, menggabungkan empat Undang-Undang yang Undang-Undang Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved