Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Begini Cara Inggris Atasi Covid-19, Prioritaskan Vaksin dan Siswa Tes Antigen Gratis

Pemerintah Inggris tidak menutup border 100 persen. Hanya mencantumkan daftar negara yang tidak diperkenankan masuk.

Editor: Soegeng Haryadi
ACEH.TRIBUNNEWS
Pakar Kesehatan Masyarakat dan Pengajar Program Pascasarjana bidang Kesehatan Masyarakat University of Derby Inggris, Dono Widiatmoko. 

Memang tidak ada kebijakan yang benar-benar sahih. Kalau rumah sakit meningkat lagi ya balik lagi. Tapi yang penting pelajarannya, kebijakan harus berbasis data. Vaksin apa yang digunakan, obat apa yang digunakan, harus menggunakan data. Bukan pertimbangan atas dorongan atau desakan.
Apalagi sumber daya kita terbatas, pengennya semua hal kita lakukan, semua obat dicoba, tapi ujung-ujungnya harus ada yang bayarin. Duitnya dari mana. Inggris sudah berhutang besar sekali. Negara ini sudah berdarah-darah.

Bagaimana dampak Piala Eropa terhadap Covid-19?
Sebenarnya sudah dibuktikan bahwa vaksin ini tidak mengurangi penularan. Tidak memutus penularan Contohnya waktu Skotlandia VS Inggris ada 2.000an pendukung Skotlandia ke Wembley, begitu balik ke Skotlandia 60 persen positif.

Jadi sudah bisa dipastikan bahwa angka covid akan naik. Jadi tidak memutus infeksi, tetapi yang kita lihat apakah jumlah pasien naik drastis yang mesti dirawat. Dari data yang ada, walau naik drastis ada 30 ribu kasus per hari. Hari ini 32 ribu orang per hari. Naik 40 persen dari Minggu lalu.

Tapi angka rawat di rumah sakit kenaikannya rendah. Jadi sekarang 1 hari yang dirawat di rumah sakit 386 orang per hari. Jauh dibandingkan 32 ribu orang yang terinfeksi. Karena yang dirawat hanya mereka yang bergejala perlu dirawat. Yang ringan tidak.

Angka meninggal rendah sekali, angka kematian di Inggris bukan akibat covid, tetapi mereka yang teridentifikasi positif dan meninggal setelah 28 hari mereka dikategorikan covid related. Sampai hari ini 33 orang kematian.

Bila dibandingkan jumlah infeksi meningkat tajam, angka ini relatif. Itu yang jadi pertimbangan mengapa, kegiatan-kegiatan diperbolehkan. Sebetulnya semifinal kapasitas Wembley hanya boleh 60 persen. Tapi saat semifinal boleh di atas. Buat final boleh 90 persen.

Waktu Hungaria vaksin menggunakan sputnix. Kebijakan ini pasti ada resikonya. Tapi kita lihat kedepan, nampaknya sejauh ini vaksinasi bisa menekan angka perawatan di rumah sakit. Mudah-mudahan demikian terus. (tribun network/denis destryawan)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved