Wawancara Eksklusif

Begini Cara Inggris Atasi Covid-19, Prioritaskan Vaksin dan Siswa Tes Antigen Gratis

Pemerintah Inggris tidak menutup border 100 persen. Hanya mencantumkan daftar negara yang tidak diperkenankan masuk.

Editor: Soegeng Haryadi
ACEH.TRIBUNNEWS
Pakar Kesehatan Masyarakat dan Pengajar Program Pascasarjana bidang Kesehatan Masyarakat University of Derby Inggris, Dono Widiatmoko. 

60 persen lebih masyarakat usia dewasa di Inggris sudah mendapat vaksin lengkap. Vaksinasi ini mampu mencegah orang infeksi, gejala berat, resiko dan meninggal dunia karena Covid-19 di Inggris. Menurut Pakar Kesehatan Masyarakat dan Pengajar Program Pascasarjana bidang Kesehatan Masyarakat University of Derby Inggris, Dono Widiatmoko dalam virtual Diginas Tribunnews bertajuk 'Sukses Selandia Baru dan Eropa Kendalikan Covid-19', Kamis (8/7), menyebut angka-angka pasien yang dirawat di rumah sakit dan angka kematian akibat Covid-19 sampai sejauh ini tidak meningkat tajam sehingga tidak membuat rumah sakit penuh sesak. Berikut wawancara Tribun Network bersama Dono Widiatmoko:

Bagaimana penanganan pandemi Covid-19 di Inggris?
Setiap negara itu tidak bisa disamakan konteksnya. Selandia Baru secara geografis berbeda, Indonesia, dan Eropa. Yang bisa kita tarik adalah apa pelajaran yang bisa ditarik. Inggris adalah negara yang tingkat ketergantungan dengan transportasi cukup besar. Jadi cara penanganan di Inggris ada yang juga komprominya. Seperti New Zealand menjaga border dengan ketat.

Itu dimungkinkan karena kondisi geografisnya. Indonesia secara teoritis sebetulnya sangat memungkinkan. Potensi masuk itu hanya lewat Jakarta atau Bali. Kalau di Inggris masuknya banyak caranya. Menutup border bukan sesuatu yang mudah. Pemerintah Inggris tidak menutup border 100 persen. Hanya mencantumkan daftar negara yang tidak diperkenankan masuk.

Baca juga: Cerita Sukses Selandia Baru Atasi Covid-19, Pakai Satu Merek Vaksin Tapi Lewat Uji Klinis Ketat

Kebijakan Pemerintah Inggris juga berubah-ubah sesuai kondisi. Tapi yang penting dilakukan adalah tes, tes, dan tes. Dilakukan secara masif. Tidak hanya PCR, tes antigen itu dibagikan kepada semua orang yang harus ke luar rumah.

Sekolah di Inggris buka. Semua anak-anak itu diberikan tes antigen gratis. Setiap anak yang bersekolah harus tes. Yang diketahui positif harus isolasi mandiri. Kasus naik terus juga. Dilakukan lockdown juga. Tapi kalau sekarang Inggris sudah merelaksasi lockdown-nya. Tadi malam semifinal Eropa di London.

Kelihatan tidak ada pakai masker, tapi jangan salah tangkap itu bukan bendera putih. Tapi ada hal-hal yang dilakukan bahwa vaksinasi sudah dilakukan secara masif, sebagian besar penduduk berusia dewasa sudah divaksinasi kurang lebih sudah 60 persen.

Angka hospitality, angka kematian, sampai sejauh ini tidak meningkat terlalu tajam. Angka terinfeksi meningkat, tapi nampaknya vaksinasi berhasil menahan laju tingkat keterparahan. Sehingga rumah sakit bisa berjalan normal. Riset di sini orang yang belum tervaksinasi memiliki resiko yang lebih besar untuk dirawat di rumah sakit. Makanya yang digenjot oleh Pemerintah Inggris itu vaksinasi.

Apa perbedaan penanganan pandemi 2020 dengan 2021?
Penanganan dari sisi medis sama. Bagi orang yang sudah terinfeksi positif harus isolasi mandiri. Mereka yang bergejala berat atas konsultasi dari dokternya, akan dirawat di rumah sakit. jadi penanganan medis sama. Di Inggris ada The National Institute for Health and Care Excellence (NICE) yang merekomendasikan obat-obat apa saja yang digunakan. Semua pengobatan hanya yang terbukti. Yang penting sebetulnya penguatan tes dan tracing.

Prinsipnya tetap, pesan yang jelas maunya seperti apa, penegakan hukum yang kuat. Kalau pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan konsisten, legalnya seperti apa. Polisi tidak bertangan besi, tetapi yang dilakukan memberikan pendidikan dan denda yang jumlahnya besar.

Warga Indonesia di Inggris?
Di Inggris ada beberapa diaspora Indonesia. Pertama Warga Indonesia yang menetap di Inggris seperti saya sejak 2001. Kemudian ada mahasiswa, dan profesional yang ditempatkan di Inggris. Inggris ini desentralisasi cukup baik. Warga Indonesia banyak di sekitar London, tapi komunitas di kota lain juga banyak. Masing-masing punya komunitas. Dan banyak kota kecil. Tapi secara umum kami berhubungan.

Ada beberapa terpapar covid, bahkan hingga meninggal dunia. Kasus di Inggris saat musim dingin tinggi, dampaknya cukup besar.

Apa saja vaksin yang digunakan di Inggris?
Menggunakan tiga jenis vaksin, Astra Zeneca, Pfizer, Moderna. Vaksinasi di sini sudah mengcover seluruh masyarakat dewasa. Di bawah 18 tahun belum. Ada beberapa ceruk populasi yang masih hesitate terhadap penggunaan vaksin.

Yang masih, mereka tahu covid ini resiko tinggi. Tapi masih ragu-ragu dalam vaksin. Mungkin ini pengaruh sosial media, banyak teori konspirasi, cerita-cerita yang mempengaruhi. Ada beberapa teman saya yang termakan informasi.

Sanksi bagi mereka yang melanggar seperti apa?
Di Inggris ada legal requirement unutk social distancing, pakai masker di tempat umum atau indoor, tapi penanganan tidak tangan besi. Akan memberikan denda bagi yang melanggar.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved