Breaking News:

Alhamdulilah, Tak Ada Gejala Setelah Vaksin, Hanya Terasa Ngilu Pegal di Bekas Suntikan

Pada vaksinasi tahap 3, dimana mulai menyasar masyarakat rentan dan anak usia 12-17 Tahun, diluar dugaan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/ARI
Tampak salah satu siswi berusia 12 - 17 tahun menjalani vaksinasi Covid-19 di klinik Bhayangkara Polres Muara Enim. 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM --- Pada vaksinasi tahap 3, dimana mulai menyasar masyarakat rentan dan anak usia 12-17 Tahun, diluar dugaan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Buktinya, Klinik Polres Bhayangkara Polres Muara Enim terpaksa harus membatasi masyarakat yang akan melakukan Vaksinasi Covid-19 untuk menghindari kerumunan di Polres Muara Enim, Senin (12/7/2021).

Dari pengamatan dilapangan, membeludaknya masyarakat yang ingin di Vaksinasi sudah terlihat dari pukul 08.00.

Tampak warga rela mengantri sesuai aturan Protokol Kesehatan (Prokes).

Bahkan, anggota polisi terpaksa disiapkan untuk bertugas berjaga-jaga dan membatasi masyarakat paling banyak 150 orang perhari yang akan melakukan vaksinasi di Klinik Bhayangkara Polres Muara Enim.

"Kita bukannya membatasi tidak boleh Vaksinasi, tetapi membatasi supaya tidak berkerumun. Jadi tolong diberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat," jelas Kapolres Muara Enim melalui Ketua Vaksinator Klinik Bhayangkara Polres Muara Enim Aiptu Sunarno AMd.

Menurut Aiptu Sunarno, bahwa berdasarkan surat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 bagi Masyarakat Rentan, Masyarakat Umum Lainnya, dan Anak Usia 12-17 tahun, maka pihaknya mulai hari ini melakukan vaksinasi anak usia 12-17 tahun bersama masyarakat umum lainnya.

"Jadi hari ini, kita baru buka untuk vaksinasi anak usia 12-17 tahun," terangnya.

Karena antusias masyarakat sangat tinggi, lanjut Aiptu Sunarno, pihaknya terpaksa membatasi masyarakat yang ingin berobat dalah sehari hanya 150 orang, dan bagi yang ingin vaksinasi bisa datang pada keesokan harinya dengan maksimal 150 orang.

Pembatasan tersebut, adalah untuk mengantisipasi pelaksanaan Prokes sehingga tidak berkerumun.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved