Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Tiga Kasus Suspek Covid-19 di Pagaralam Meninggal, Polres Minta Penanganan Corona Serius

Polres Pagaralam kembali melaksanakan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Kabid P2P Dinkes Kota Pagaralam Suwirman.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Yandi Triansyah
handout
OPERASI YUSTISI : Tampak anggota Polres Pagaralam sedang melakukan operasi Yustisi bagi masyarakat yang tidak patuhi Prokes Covid-19 beberapa waktu lalu 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Polres Pagaralam kembali melaksanakan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Kabid P2P Dinkes Kota Pagaralam Suwirman.

Hal ini sehubungan adanya konfirmasi penambahan pasien positif dan meninggal dunia akibat Covid-19.

Menurut Suwirman dan dari hasil pemeriksaan RT PCR Metode Real Time N.Cov 2019 di UPT Laboratorium Kesehatan Lahat setidaknya ada penambahan 15 kasus pasien positif Covid-19 dan sampai Minggu (10/7/2021) terdapat tiga orang suspek Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia.

Pada 15 kasus Covid-19 kali ini Kecamatan Pagaralam Utara masih mendominasi dengan 9 kasus, sedangkan sisanya masing-masing 4 dari Kecamatan Pagar Alam Selatan dan 2 dari Kecamatan Dempo Utara.

"Selain update penambahan kasus baru, Suwirman juga mengungkapkan update 19 pasien yang selesai menjalani pemantauan dan 3 orang suspek Covid-19 yang meninggal dunia yang berasal dari 2 warga Pagaralam Selatan dan 1 warga Dempo Utara," ujar Kapolres AKBP Dolly Gumara SIk SH.

Melihat kondisi ini Polres giat melakukan Operasi Yustisi setiap hari yang digelar Polres Pagaralam bersama instansi terkait.

Dari giat tersebut masih banyak ditemukan aktifitas masyarakat di luar rumah terutama di pusat keramaian seperti pasar Dempo Permai, Terminal Nendagung, tempat hajatan, tempat ibadah dan tempat wisata masih terpantau tidak mematuhi Protkes Covid-19.

"Kesadaran memakai masker yang sangat rendah di masyarakat apalagi ditambah mobilitas masyarakat yang masih tinggi membuat gelombang serangan virus corona masih menjadi ancaman berbahaya di masyarakat," katanya.

Diperkirakan penambahan pasien Covid-19 akan terus bertambah mengingat proses tracking dan testing akan terus dilakukan terhadap masyarakat yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya.

"Karena sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/ 413/ 2020, tentang pedoman, pencegahan dan pengendalian Covid-19 untuk tracking dan testing akan dilakukan kepada orang yang kontak erat dengan suspek Covid-19 minimal 15 menit dan kontak di bawah 1 meter," jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan Pagaralam masih menyandang status Zona Orange dengan rincian seluruh perkembangan Covid-19 di Kota Pagaralam, total mencapai 314 orang dengan rincian 17 orang meninggal dunia (14 positif covid dan 3 suspek covid), pasien isolasi 52 orang, Selesai Pemantauan 248 orang.

"Kami dari Polres Pagar alam selalu berupaya dalam antisipasi penyebaran Covid-19 mulai dari himbauan secara langsung maupun himbauan melalui media sosial bahkan tidak segan melakukan memberikan tindakan disiplin yustisi sesuai Perwako No 30 Tahun 2020," tegasnya.

Selain itu Kapolres menambahkan, untuk memastikan pelaksanaan prokes di tempat hajatan, tempat ibadah dan tempat wisata berjalan dengan baik dan memenuhi ketentuan maksimal 50 persen kapasitas, polres sudah menempatkan personelnya untuk melakukan pengamanan dan pengawasan prokes bersama instansi terkait.

"Bahkan pernah diantaranya penyelenggara hajatan yang ditindak yustisi dan dihentikan acaranya oleh aparat gabungan karena sudah diingatkan 3 kali untuk patuhi prokes namun tidak dijalankan dengan baik," ungkapnya.

Kapolres pun menekankan kepada masyarakat khususnya warga kota Pagar Alam agar mengurangi mobilitas yang tidak perlu dan tetap ikhtiar dengan patuhi protokol kesehatan bahkan sangat diminta untuk memakai masker yang didobel pemakaiannya mengingat Varian Delta yang berbahaya ini diduga sudah masuk di Sumatera Selatan.(one)

Vaksin Akan Percuma Bagi Orang yang Punya Penyakit bahkan Jadi Bahaya Besar, Ini Kata Prof Yuwono

Bisa Masuk ICU, Jika Seseorang yang Miliki Komorbid Divaksin, Prof Yuwono : Jangan Cuma Kata WHO

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved