Breaking News:

Lagi PPKM Darurat, BOR di Palembang Sudah 95 Persen, Ratu Dewa Berikan Instruksi Pada RT dan RW?

Dinkes Kota Palembang mengungkapkan BOR di Palembang sudah menyentuh angka 95 persen, hingga 10 Juli 2021.

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Syahrul Hidayat
Vaksinasi Covid 19 bagi anak usia 12-17 tahun di RSMH Palembang, Sabtu (10/7/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Meski Palembang kini lagi menerapkan PPKM Darurat, Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi Sumsel mengungkapkan angka keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS) atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini sudah mencapai 77 persen.

Bahkan untuk di Palembang BOR mendekati angka 90 persen atau tepatnya mencapai 89 persen. 

Nyatanya Dinkes Palembang mengungkapkan BOR di Palembang sudah menyentuh angka 95 persen, hingga 10 Juli 2021.

Jika berdasarkan laporan Covid-19, RS Online versi 2 Kemenkes RI pada 10 Juli pukul 13.00 Wib.

Jumlah ketersediaan TT (Tempat Tidur) isolasi di RS rujukan sebanyak 1.107 TT, rumah sehat Wisma Atlet Jakabaring 165 TT, ruang isolasi RS 1.008 TT (91,06 persen), ruang intensif RS Covid-19, 99 TT(8,94 perseb) dan TT persiapan RS 220 TT.

Sedangkan jumlah TT isolasi yang terisi 1.061 (95, 84 persen) sedang yang kosong 109 (9, 85 persen) pasien yg dirawat di rumah sehat 63 orang, di 18 RS penyelenggara pelayanan Covid-19 dan rumah sehat Wisma Atlet Jakabaring.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang Ratu Dewa menyatakan, dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di kota Palembang.

Selain mempercepat vaksinasi, juga telah menginstruksikan jajaran perangkat RT (Rukun Tetangga) dan Rukun Warga (RW) untuk ikut berperan aktif dalam mengatasi penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

"Seluruh camat sudah kita minta gerakkan seluruh RW dan RT, di wilayah masing- masing untuk membatasi orang keluar masuk di wilayahnya," kata Ratu Dewa, Sabtu (10/7/2021) malam.

Selain itu, Pemkot Palembang juga berharap ada kesadaran yang tinggi dari masyarakat Palembang, untuk mematuhi aturan yang ada dengan tetap berprilaku sesuai Protokol kesehatan (Prokes) 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan dengan sabun) saat ini.

Mengingat diperlukan peran serta semua pihak untuk bisa melalui masa pandemi sekarang.

"Termasuk kita minta seluruh Puskesmas yang ada, bergerak cepat 3T (Testing, Tracing, Treatment) dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Palembang," tandasnya.

Sebelumnya, Dinkes Sumsel mencatat, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Sumatera Selatan (Sumsel) sebelumnya mencapai 74 persen kini sudah mencapai 77 persen.

Bahkan untuk di Palembang BOR melebihi angka 90 persen atau tepatnya mencapai 95 persen, hal ini berdasarkan data laporannya per 10 Juli pukul.

Untuk itu,  tower 7 di Wisma Atlet Jakabaring telah dibuka dengan kapasitas bed 100.

"Kita sudah buka tower 7 di Wisma Atlet Jakabaring untuk antisipasi. Jadi sudah ada 100 bed, meski di tower 8 masih ada 10 atau 11 bed lagi," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, Sabtu (10/7/2021).

Selain itu, pihaknya berharap Pemerintah kabupaten maupun kota se Sumsel, sudah diperintahkan melalui surat edaran Gubernur Sumsel untuk menyiapkan Rumah sakit darurat dimasing- masing wilayahnya, tanpa harus dirujuk ke Palembang

"Kita juga sudah menyampaikan surat edaran gubernur ke Kabupaten/Kota, agar memperhatikan ketersian tempat tidur di rumah sakit masing- masing. Kalau sudah diatas 85 persen untuk membuat RS darurat dan juga membuka juga rumah sehat seperti di Jakabaring, hal inu untuk mengurangi keterisian di RS, jadi yang dinyatakan positif dengan gejala ringan, cukup ditempat isolasi (rumah sehat) ranpa harus dirawat di RS," jelas Lesty.

Lesty mengungkapkan jika saat ini sudah dibuka vaksinasi untuk usia12-17 tahun, dimana sebelumnya dibuka 18 tahun dan 50 tahun sudah berjalan.

"Artinya, segmentasi vaksin ini sudah tidak ada dan seluruhnya sudah bisa divaksin, hanya saja masalah di Sumsel ini stok vaksin terbatas, namun sudah bertahap dikirim Kemenkes. Dimana vaksin yang telah dikirim akan kita lakukan vaksinasi dan itu habis terserap, alhamdullilah saat uji coba 26 Juni lalu yang 1 juta vaksin per hari Sumsel dapat target 31.696 tapi kita tercapai 77.815 ribuan. Artinya animo masyarakat tinggi," ungkapnya.

Selain itu, tim vaksinator juga dikatakan Lesty saat ini sudah sangat bersemangat dan ada penambahan vaksinator yang ada dari Dinkes dan TNI/ Polri sekitar 2.800, ada penambahan dari Polda Sumsel sebanyak 70 orang vaksinator untuk dilatih, sehingga ada  3 ribuan lebih vaksinator.

"Kita siap melakukan vaksinasi, dengan tujuan supaya Sumsel mencapai imunitas minimal 70 persen masyaraktanya tervaksin, untuk mencegah penularan dan mencegah adanya kematian dari kesakitan yang parah akibat terkena covid-19 dengan kekebalan imunitas," ujarnya.

Diakui Lesty, saat ini total vaksin yang telah diterima Sumsel sebanyak 1,5 juta dosis vaksin, dimana serapannya hampir habis (tinggi serapannya) tinggal vaksin yang baru datang sebelumnya.

"Semua sama vaksin yang digunakan, baik untuk anak hingga lansia yaitu vaksin sinovac yang persentase efektifitas pada tahap 1 diatas 65 persen dan tahap dua hingga 90 persen, dimana yang sudah terserap sekitar 1,1 juta, sisanya rata- rata untuk dosis tahap dua. Artinya, sudah keseluruhannya," capnya.

Ia pun melanjutkan jika saat ini masih menunggu tambahan vaksin dari pusat, dan berharap hal ini didengar pusat, apalagi Guberbur Sumsel sudah mengirim surat ke ke Menkes untuk meminta tambahan vaksin tambahan.

"Apalagi yang kita minta yaitu rapid antigen, untuk meningkatkan tracing jika menghadapi kondisi saat ini, yang penularan makin tinggi. Yang pasti Sumsel sudah bersiap (hadapi gelombang pandemi covid-19) dimana kita sudah mengecek logistik yang ada, baik, APD dan semuanya, termasuk juga oksigen Insya Allah aman," tuturnya.

Dilanjutkan Lesty, pihaknya berharap masyarakat tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun) untuk bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 di Sumsel.

"Jadi jangan khawatir, insya Allah kondisinya aman dan masyarakat juga agar penularab ini tidak meningkat, tentunya harus menjalankan prokes dengan ketat. Ini yang bisa dilakukan masyarakat dan ini sangat besar penguruhnya, karena seberapapun besar kita menyiapkan tempat tidur RS atau isolasi tidak akan mampu mengatasi, jika masyarakat tidak ikut menjaga dengan prokes," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved