Breaking News:

Lagi PPKM Darurat, BOR di Palembang Sudah 95 Persen, Ratu Dewa Berikan Instruksi Pada RT dan RW?

Dinkes Kota Palembang mengungkapkan BOR di Palembang sudah menyentuh angka 95 persen, hingga 10 Juli 2021.

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Syahrul Hidayat
Vaksinasi Covid 19 bagi anak usia 12-17 tahun di RSMH Palembang, Sabtu (10/7/2021). 

Mengingat diperlukan peran serta semua pihak untuk bisa melalui masa pandemi sekarang.

"Termasuk kita minta seluruh Puskesmas yang ada, bergerak cepat 3T (Testing, Tracing, Treatment) dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Palembang," tandasnya.

Sebelumnya, Dinkes Sumsel mencatat, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Sumatera Selatan (Sumsel) sebelumnya mencapai 74 persen kini sudah mencapai 77 persen.

Bahkan untuk di Palembang BOR melebihi angka 90 persen atau tepatnya mencapai 95 persen, hal ini berdasarkan data laporannya per 10 Juli pukul.

Untuk itu,  tower 7 di Wisma Atlet Jakabaring telah dibuka dengan kapasitas bed 100.

"Kita sudah buka tower 7 di Wisma Atlet Jakabaring untuk antisipasi. Jadi sudah ada 100 bed, meski di tower 8 masih ada 10 atau 11 bed lagi," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, Sabtu (10/7/2021).

Selain itu, pihaknya berharap Pemerintah kabupaten maupun kota se Sumsel, sudah diperintahkan melalui surat edaran Gubernur Sumsel untuk menyiapkan Rumah sakit darurat dimasing- masing wilayahnya, tanpa harus dirujuk ke Palembang

"Kita juga sudah menyampaikan surat edaran gubernur ke Kabupaten/Kota, agar memperhatikan ketersian tempat tidur di rumah sakit masing- masing. Kalau sudah diatas 85 persen untuk membuat RS darurat dan juga membuka juga rumah sehat seperti di Jakabaring, hal inu untuk mengurangi keterisian di RS, jadi yang dinyatakan positif dengan gejala ringan, cukup ditempat isolasi (rumah sehat) ranpa harus dirawat di RS," jelas Lesty.

Lesty mengungkapkan jika saat ini sudah dibuka vaksinasi untuk usia12-17 tahun, dimana sebelumnya dibuka 18 tahun dan 50 tahun sudah berjalan.

"Artinya, segmentasi vaksin ini sudah tidak ada dan seluruhnya sudah bisa divaksin, hanya saja masalah di Sumsel ini stok vaksin terbatas, namun sudah bertahap dikirim Kemenkes. Dimana vaksin yang telah dikirim akan kita lakukan vaksinasi dan itu habis terserap, alhamdullilah saat uji coba 26 Juni lalu yang 1 juta vaksin per hari Sumsel dapat target 31.696 tapi kita tercapai 77.815 ribuan. Artinya animo masyarakat tinggi," ungkapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved