Breaking News:

Komunitas Rumah Sriksetra Ajak Sebarluaskan Pengetahuan Leluhur Terkait Alam

Di masa depan, sangat besar kemungkinan pengetahuan-pengetahuan inilah yang bisa menyelamatkan manusia dari kerusakan alam yang kian mengkhawatirkan

Editor: aminuddin
ist
Masyarakat Dusun Tuing mendapatkan berkah ikan yang melimpah 

SRIPOKU.COM, PALMBANG - KERUSAKAN bentang alam yang kian mengkhawatirkan dari hari ke hari telah memicu komunitas Rumah Sriksetra untuk fokus mendokumentasikan pengetahuan-pengetahuan serta nilai luhur terkait alam melalui media audio visual [youtube @rumah sriksetra].

Rumah Sriksetra kini tengah fokus mendokumentasikan serta menarasikan kondisi ekologi budaya di Pulau Bangka.

Mengapa Pulau Bangka

Dimulai dari masa Melayu Kuno, Kedatuan Sriwijaya, Kesultanan, hingga Kolonial Eropa.

Pulau seluas 1,191 juta hektar ini memiliki posisi penting dalam jalur kemaritiman Nusantara. 

Kepulauan Bangka-Belitung pada saat ini didiami 1,431 juta penduduk yang merupakan masyarakat multietnis yang hidup dalam kebudayaan bahari. 

Mereka menetap sejak berabad lalu di kepulauan yang kaya dengan sumber daya alamnya, seperti lada, ikan, getah karet dan timah. 

Sebagai masyarakat bahari, mereka melahirkan kebudayaan melayu yang unik, mencerminkan “Nusantara kecil”.

Masyarakat yang hidup harmonis dengan alam dan makhluk hidup lainnya, sehingga menghargai perbedaan atau kebhinekaan, setara, dan berketuhanan.

Hingga saat ini, rumah sriksetra telah memproduksi sejumlah video, yang menceritakan hubungan sejumlah suku tua [Suku Lum, Suku Jerieng, Suku Maras] di Pulau Bangka dengan alam [hutan, sungai, dan laut]. 

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved