Breaking News:

Berita OKU Selatan

Seorang Petani di OKU Selatan Diduga Nyambi Edarkan Narkoba, Polisi Amankan Tiga Gram Sabu

"Dari hasil penggeledahan ditemukan 4 plastik klip bening yang berisi kristal kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu,"

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Refly Permana
handout/sripoku.com
Tersangka pengedar sabu diamankan di Polres OKU Selatan, Rabu (7/7/2021). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Seorang petani di OKU Selatan, Aminudin Fikri (42), nyambi jadi pengedar sabu. Akibatnya, warga Kecamatan Buay Sandang Aji itu diringkus Satres Narkoba Polres OKU Selatan.

Tersangka diringkus setelah bisnis terlarang yang dijalaninya tercium petugas kepolisian Tim Opsnal Satreskrim Polres OKU Selatan dari informasi warga yang resah karena kerap kali terjadi transaksi Narkoba di tempat tinggal tersangka.

Alhasil, setelah petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan memastikan informasi dari warga bergerak cepat meringkus dan pelaku disebuah rumah bersama barang bukti (BB) beberapa paket sabu total seberat 3.89 gram.

"Ya, setelah memastikan melalui penyelidikan team opsnal Sat Res Narkoba Polres OKU Selatan langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka di sebuah rumah yang beralamat di Desa Gunung Terang," ujar Kasatres Narkoba Polres OKU Selatan, Iptu Hendry, SH Rabu (7/7/2021).

Bikin Resah Sumber Kemacetan dan Merusak Jalan, Dewan Minta Pemerintah Tertibkan Angkutan Batubara

Dari penangkapan hingga melakukan penggeledahan tersebut, terang Iptu Hendry, didapati 4 bungkus paket dari tangan tersangka yang kemudian diamankan di Polres OKU Selatan.

"Dari hasil penggeledahan ditemukan 4 plastik klip bening yang berisi kristal kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 3,89 gram yang telah diakui tersangka," tambahnya.

Alhasil atas perbuatannya menjadi pengedar narkotika tersangka dijerat pasal jenis sabu pasal primer 114 ayat (1) dan Subsider 112 Ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara minimal penjara 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved