Breaking News:

Sapi Presiden Lebih Berat dari Tahun Lalu, DPKP Kota Palembang Pastikan Sapi Kurban Sehat Cukup Umur

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palembang bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/LINDA TRISNAWATI
DPKP Kota Palembang beserta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, berfoto bersama usai meninjau Sapi Presiden, dan sapi kurban yang dijual oleh pedagang, Rabu (7/7/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palembang bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meninjau secara langsung penjual sapi kurban dan sekaligus meninjau sapi Presiden untuk kurban Idul Adha.

"Untuk bobok sapi Presiden tahun ini diperkirakan akan lebih berat dari tahun lalu," kata Kepala Dinas DPKP Kota Palembang Ir Sayuti MM saat meninjau di peternakan sapi di Dwikarya Farm yang ada di Jalan Pangeran Ayin, Rabu (7/7/2021).

Kepala Dinas DPKP Kota Palembang Ir Sayuti MM berfoto dengan salah satu sapi yang layak dikurbankan.
Kepala Dinas DPKP Kota Palembang Ir Sayuti MM berfoto dengan salah satu sapi yang layak dikurbankan. (SRIPOKU.COM/TS LINDA TRISNAWATI)

Lebih lanjut Sayuti mengatakan, hari ini DPKP Kota Palembang bersama tim dari Provinsi Sumsel, dan juga Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) turun kelapangan mengecek tempat pedagang hewan kurban yang ada di Kota Palembang, sekaligus mengecek sapi Presiden.

Untuk sapi Presiden ini ada dua jenis yang akan diajukan yaitu, sapi Limosin dan peranakan Friesian Holstein (FH).

Nantinya yang akan menentukan tim dari Provinsi Sumsel dan juga dari Kepresidenan.

"Setelah mengecek di sini nantinya akan kita cek ketempat lainnya. Untuk sapi kurban ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti cukup umur, sehat, dan lain-lain," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel Ir Ruzuan Efendi MM mengatakan, ini merupakan salah satu proses bagaimana menyiapkan sapi yang sehat, bersih dan sesuai dengan syariat. 

"Makanya ini banyak tim dikoordinasikan, baik dari kota maupun provinsi sehingga akan didapatkan sapi yang sesuai dengan standar yang kita inginkan. Lalu untuk berat badannya, diharapakan lebih dari 1 ton," kata Ruzuan. 

Menurut Ruzuan, nantinya setelah ditinjau akan dirapatkan dan akan diambil keputusan secara musyawarah.

Biasanya setelah peninjauan tidak lama akan ditentukan, karena sudah mendekati waktunya.

Dalam minggu-minggu ini atau paling lama Minggu depan sudah ada keputusan.

Sementara itu, Pemilik Dwikarya Farm Idil Fitriansyah menambahkan, bahwa ada tiga sapi yang diajukan dengan berat yang berbeda-beda, ada yang berat 1.140 kg, 1.262 kg dan 1.272 kg (1.2 ton).

Untuk jenis sapinya ada limosin dan FH. (TS/Linda Trisnawati)

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved