Breaking News:

Virus Corona

Mau Bayar Rp 5 Juta atau Penjara 5 Hari, Tukang Bubur Tertangkap Basah saat PPKM Darurat

"Saya pilih bayar dendanya saja. Saya kira, ah paling Rp 2 atau 3 juta enggak apa-apa bisalah. Tapi, tadi katanya dendanya Rp 5 juta," tambahnya.

Editor: Yandi Triansyah
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
persidangan virtual bagi pelanggar prokes terhadap terdakwa pengusaha bubur terkenal di Kota Tasikmalaya saat PPKM Darurat di depan Taman Kota Tasikmalaya, Selasa (6/7/2021) 

SRIPOKU.COM - Seorang tukang bubur di Gunung Sabeulah, Kota Tasikmalaya tertanglap basah saat pemberlakuan PPKM Darurat. Ia ketahuan melayani pembeli makan di tempat.

Meski ia mengaku pembeli ngeyel makan di tempat, namun ia diputuskan bersalah telah melanggar PPKM Darurat.

Kini tukang bubur bernama Endang itu dikenakan sanksi denda Rp 5 juta subider 5 hari kurungan penjara.

Kasus ini berawal saat Senin (5/7/2021) malam ia terkena razia tim Satgas Covid-19.

Saat itu, adiknya Salwa yang kebetulan melayani pembeli.

Menurut pengakuan adiknya, pembeli itu sudah diminta untuk makan di bawa pulang karena sedang diberlakukan PPKM Darurat.

Namun kata dia, pembeli itu ngeyel dan memaksa makan di tempat.

"Saat pembeli makan di tempat itulah petugas patroli memberitahu kami melanggar PPKM darurat," kata dia.

Selanjutnya Endang diminta untuk mengikuti persidangan di Taman Kota Tasikmalaya oleh Pengadilan Negeri Tasikmalaya.

Endang pun divonis bersalah karena melanggar PPKM darurat dan dijatuhkan sanksi denda Rp 5 juta dan subsider 5 hari kurungan penjara.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved