Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Herman Deru : Pengetatan PPKM Mikro di Sumsel Diterapkan Sampai ke RT RW

Rencananya PPKM Mikro ini akan difokuskan hingga RT, RW sampai ke tingkat Kelurahan.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Odi Aria
Herman Deru saat melaunching program bedah rumah Pemprov Sumsel di Kelurahan Keramasan Kertapati Palembang, Rabu (7/7/2021) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Pemerintah memperketat penerapan Penetapan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di luar Jawa dan Bali.

Provinsi Sumatera Selatan masuk ke dalam 43 kabupaten/kota yang dikenakan pengetatan ini mulai dari 6 Juli 2021 sampai 20 Juli 2021.

Menyikapi arahan pemerintah pusat mengenai PPKM Berskala Mikro, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengaku Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah berkordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk melaksanakan PPKM Mikro.

Rencananya PPKM Mikro ini akan difokuskan hingga RT, RW sampai ke tingkat Kelurahan.

"PPKM sudah kita bahas bersama pak wali untuk RT, RW dan Kelurahan. Akan kita segera matangkan teknisnya," ujarnya usai launching program bedah rumah Pemprov Sumsel di Kelurahan Keramasan Kertapati Palembang, Rabu (7/7/2021)

Menurutnya, PPKM Mikro bertujuan baik untuk menekan angka sebaran Covid-19 bukan untuk mengurangi aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam penerapan PPKM Mikro Deru menegaskan pihaknya tetap mengedepankan penangan tiga aspek yakni kesehatan, ekonomi dan sosial.

Untuk diketahui, pengetatan PPKM Mikro meliputi beberapa aspek seperti perkantoran wajib bekerja di rumah (WFH) sebanyak 75% sehingga WFO hanya 25%.

Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online, restoran dibatasi hanya 25% dan maksimal sampai pukul 17.00, mal tetap boleh buka sampai maksimal pukul 17.00 WIB dengan kapasitas 25%, kegiatan keagamaan di rumah ibadah ditiadakan, semua fasilitas publik ditutup sementara, transportasi umum akan diatur oleh Pemda untuk kapasitas dan protokol kesehatan dan beberapa aturan lainnya.

"PPKM tujuannya baik, bukan untuk mengurangi aktivitas ekonomi tapi membatasi gerak yang tidak bermanfaat. Penanganan ini ada tiga aspek yang harus kita perhatikan," tegas Deru.

Mantan Bupati OKU Timur ini menambahkan, untuk dari sisi penerbang Bandara SMB II Palembang telah memberlakukan pengawasan ketat, dengan cara calon penumpang yang akan terbang ke Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan kartu vaksin dan tes PCR sesuai aturan Kementrian Perhubungan.

Ia menambahkan, Pemprov Sumsel terus menggedor penyelenggaraan vaksin dengan menyasar seluruh komunitas.

Ia menargetkan, paling tidak 70 persen masyarakat Sumsel harus divaksin agar terciptanya kekebalan komunal kelompok di Bumi Sriwijaya.

"Menhub sudah telpon saya, untuk membatasi kegiatan masyarakat.
Selanjutnya kita bahas dengan Dinkes Sumsel dan stake holder lainnya," ungkap Deru. (Oca)

Palembang Berlakukan Pengetatan PPKM Mikro, Jumat 9 Juli 2021, Mal Buka Sampai Pukul 5 Sore

Palembang-Lubuklinggau Diberlakukan Pengetatan PPKM Mikro, Mal Dibuka Sampai Pukul 17.00

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved