Breaking News:

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 

Eksistensi Piagam Djakarta Diakui Dalam Dekrit Presiden 5 Juli 1959 

Hari 17 Agustus (1945) adalah hari Proklamasi, hari raya kita. Hari 18 Agustus (1945) adalah ha­ri ultimatum terhadap Republik Indonesia.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Dr Ahmad Yani 

Oleh: Dr. Ahmad Yani

Ketua Umum Partai Masyumi

“Hari 17 Agustus (1945) adalah hari Proklamasi, hari raya kita. Hari 18 Agustus (1945) adalah ha­ri ultimatum terhadap Republik Indonesia.

Kedua Persitiwa tersebut adalah peristiwa sejarah.

Ka­­lau yang pertama kita rayakan, yang kedua sekurang-kurangnya jangan dilupakan.

Me­nyam­but 17 Agustus kita bertahmid.

Menyambut hari besoknya, 18 Agustus kita geristigfar.

Insya Al­lah Umat Islam tidak akan lupa” (M. Natsir dalam Serial Media Dakwah No. 182, Zulhijjah 14­09/­Agustus 1989)

Tanggal 5 Juli 1959 terjadi peristiwa bersejarah dan peristiwa hukum yang revolusioner.

Saat itu Pre­­­­­siden RI Ir. Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden sebagai langkah untuk meng­akhiri per­de­batan yang bermutu tinggi di sidang Konstituante.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved