Tanaman Ekor Naga

Bude Yen Penjual Tanaman Hias di Muara Enim Kaget Akan Khasiat Daun Ekor Naga

Penjual tanaman hias di Muara Enim kaget dengan tanaman hias khususnya khasiat daun ekor naga merupakan julukan monstera nama latin monstera deliciosa

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
Bude Yen menujukkan tanaman Daun Ekor Naga miliknya di depot Mentari, Muara Enim. 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM -- Bude Yen atau lebih dikenal dengan Bik Yen (52) warga Prabumulih, mengaku kaget dengan tanaman hias khususnya khasiat daun ekor naga merupakan julukan untuk tanaman hias monstera dengan nama latin monstera deliciosa dan juga Epipremnum pinnatum.

Pasalnya, sudah empat tahun berjualan tanaman hias, namun baru mengetahui khasiat tanama hias Daun Ekor Naga tersebut.

"Saya selama ini hanya jual saja, baru tahu dari Bapak tentang khasiat daun ekor naga ini," ujar Bude Yen sambil menunjuk salah satu jenis tanaman hias tersebut di depot Mentari miliknya di jalan Sumatera, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim atau tepatnya didepan TMP Ksatria Muara Enim, Selasa (6/7/2021).

Menurut Bude Yen, bahwa sebelumnya ia sekeluarga sudah menjual tanaman hias di kota Prabumulih, dan sekitar empat tahun yang lalu.

Lalu merantau ke Muara Enim untuk berjualan tanaman hias tersebut, sedangkan keluarganya yang lain masih ada yang berjualan tanaman hias di Prabumulih.

Baca juga: Punya Sejumlah Khasiat, Ternyata Memperbanyak Daun Ekor Naga Mudah, Cukup Dengan Cara Stek

Sebagian besar tanaman hias tersebut dipasoknya dari Lampung dan pulau Jawa.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Untuk tanaman hias daun ekor naga atau sejenisnya sangat jarang dibelinya karena peminatnya kurang, paling yang banyak peminatnya adalah jenis janda bolong yang terhitung masih kerabatnya.

Untuk tanaman Daun Ekor Naga tersebut yang agak mahal adalah jenis ekor naga varigata sebab daunnya sebelah berwarna Hijau dan sebelah berwarna Putih sehingga unik dan cantik, namun harganya cukup mahal.

"Dahulu yang ukuran kecil saja harga bisa Rp 75 juta, kalau sudah besar daunnya banyak itu sudah ratusan juta rupiah, kalau saya tidak berani membelinya, berapa lagi kita jualnya," katanya.

Masih dikatakan Bude Yen, berjualan tanaman hias ini, ada pasang surutnya, namun sempat booming pada tahun 2020 lalu, sehingga omzetnya sehari bisa tembus Rp 5 - Rp 15 juta perhari.

Mulai dari tanaman hias hingga pernak perniknya, seperti tempat tanaman hias (standing pot besi), pot kembang, pupuk bokasi, batu Putih, tanah pupuk kandang, air mancur minimalis dan lain-lain.

Untuk mensiasati penurunan tersebut, dirinya menjual juga bibit tanaman jenis durian, mangga, jambu, jeruk dan sebagainya karena masyarakat mulai beralih berminat ke tanaman jenis tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved