Berita Banyuasin

BALITA D Meninggal Setelah Dirawat 5 Hari, AKP M Ikang Ade Putra Turun Langsung Lakukan Penyelidikan

Tewasnya balita D (3) yang diduga dianiaya ayah sambungnya, hingga kini masih diselidiki Satreskrim Polres Banyuasin

Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/Dokumen
Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP M Ikang Ade Putra 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Tewasnya balita D (3) yang diduga dianiaya ayah sambungnya, hingga kini masih diselidiki Satreskrim Polres Banyuasin.

Hal ini, diungkapkan Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP M Ikang Ade Putra.

Menurut Ikang, pihaknya sudah mendapat koordinasi terkait kasus ini dari Satreskrim Polrestabes Palembang.

Sehingga, dari Satreskrim Polres Banyuasin akan ikut melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang menganiaya balita D hingga berujung ke kematian.

"Sudah ada koordinasi dari Satreskrim Polrestabes Palembang. Saat ini, kami juga masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini bersama Satreskrim Polrestabes Palembang," katanya, Selasa (6/7/2021).

Lanjut Ikang, diharapkan kasus penganiayaan yang menyebabkan balita D sampai meninggal bisa segera terungkap. Dari itulah, pihaknya juga memohon doa kepada masyarakat Banyuasin.

Selain itu, meminta bantuan masyarakat bila mengetahui dan ada informasi terkait kasus yang saat ini sedang dalam penyelidikan baik dari Satreskrim Polrestabes Palembang dan juga Satreskrim Polres Banyuasin.

"Mudah-mudahan, kasus ini cepat terungkap," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, balita D (3) meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Palembang BARI.

Dari Satreskrim Polrestabes Palembang yang mendapat informasi dari dokter spesialis anak di RSUD Palembang BARI, bila ada infeksi tetanus, infeksi telinga sebelah kiri, gendang telinga yang pecah membuat D tidak dapat bertahan.

Balita D, juga mengalami patah tulang di bahu. Meski sudah sembuh,  namun kepala balita D miring lantaran patah tulang yang dialaminya.

Ibu balita D yang datang dari Jalur sudah membuat laporan di Polrestabes Palembang dan sudah diambil keterangannya.

Kepada penyidik, ibu dari balita D membenarkan bila ayah sambung balita D yang sudah menganiayanya. Penyebab gendang telinga balita D pecah, diduga karena dipukul ayah sambungannya menggunakan baskom.(ardi/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved