Breaking News:

Belajar Tatap Muka Ditunda

Sekolah Tatap Muka di Palembang Ditunda Meski Ada Wacana Vaksin Anak, Epidemiolog: Keputusan Tepat

"Sekolah daring memang banyak sekali kekurangan dan kelemahannya,  tetapi mau bagaimana lagi tetap kesehatan serta keselamatan adalah yang utama,"

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Refly Permana
sripo/jati
Epidemiolog Universitas Sriwijaya, Dr Iche Andriany Liberty mengaku tak kaget Varian corona B1617 asal India sudah masuk ke Sumsel. 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Walikota Palembang, Harnojoyo, memutuskan bahwa pemerintah kota Palembang sepakat bersama stakeholder terkait untuk menunda sekolah tatap muka di Palembang pada 12 Juli mendatang,  Senin (5/7/2021).

Dibatalkannya sekolah tatap muka di Palembang itu dikarenakan melihat kondisi status Palembang yang masih zona merah dan meningkatnya keterisian tempat tidur di rumah sakit. 

Ahli Epidemiologi dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Iche Andriyany Liberty, mengaku sangat mengapresiasi langkah tegas pemerintah membatalkan sekolah tatap muka.

Pembatalan ini dilakukan  karena saat ini kasus Covid-19 di Indonesia khususnya Palembang masih belum terkendali. 

BREAKING NEWS : Belajar Tatap Muka di Sekolah Kota Palembang pada 12 Juli Ditunda, Ini Alasannya!

"Ini keputusan tepat, kita tahu sendiri sekarang kota Palembang masih zona merah dan kasus Covid-19 belum terkendali," ujarnya.

Dijelaskannya, jika sekolah tatap muka tetap dipaksakan tentu akan membahayakan para anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. 

Iche mengaku, sekolah daring memang memiliki banyak kekurangan jika dibandingkan dengan sekolah tatap muka.

Namun, ia menilai inilah solusi terbaik di tengah kondisi pandemi yang tak kunjung reda. 

"Sekolah daring memang banyak sekali kekurangan dan kelemahannya,  tetapi mau bagaimana lagi tetap kesehatan serta keselamatan adalah yang utama," ungkapnya. 

Terkait bakal adanya vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun,  Iche menegaskan bukan menjadi garansi bahwa sekolah tatap muka bakal digelar.

Angkat Budaya Komering Masuk Kurikulum Pelajaran Sekolah, Bupati OKUT Terima Penghargaan Bergengsi

Mengingat angka positivity rate, keterisian tempat tidur hingga banyak munculnya virus-virus Covid-19 varian baru. 

"Indikatornya, jika positivity rate menurun dan angka kesembuhan tinggi mungkin bisa saja itu jadi pertimbangan.

Vaksin tidak menjadi jaminan seseorang terhindar dari Covid-19," jelas Iche.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved