Breaking News:

Pemerintah Berlakukan PPKM Darurat, Maskapai Rasakan Penurunan Jumlah Penumpang

Penerapan PPKM Darurat yang didalamnya tercantum persyaratan perjalanan berdampak pada turunnya penumpang maskapai

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Sentra Vaksinasi - Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menyediakan sentra vaksinasi di area seluas sekitar 300 meter persegi, terletak di Lantai 2 Skybridge yang beroperasi pada pukul 08.00 - 16.00 WIB dengan kapasitas vaksinasi sebanyak 400 orang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kebijakan Pemerintah menerapkan PPKM Darurat mulai 5-20 Juli 2021 untuk menekan penyebaran COVID-19 varian baru yang lebih menular, berimbas pada penurunan jumlah penumpang maskapai penerbangan.

Kebijakan PPKM Darurat dibarengi dengan kebijakan perjalanan dari dan menuju pulau Jawa dan Bali. Aturan ini mencakup kebijakan bekerja bagi karyawan, operasional mall dan tempat makan, penggunaan transportasi umum dan lainnya. 

Khusus pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh pesawat, bus, dan kereta api harus menunjukkan kartu vaksin minimal vaksin dosis I dan PCR H-2 untuk pesawat serta antigen H-1 untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

Kebijakan ini dirasakan maskapai berdampak minat penumpang yang akan berpergian karena jumlahnya turun. 

"Iya kita dukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dengan menerapkan aturan wajib menunjukkan hasil PCR negatif dan surat vaksin minimal vaksin pertama dan bagi yang tidak bisa vaksin bisa menunjukkan surat keterangan dokter," ujar General Manager Garuda Indonesia Meisye Paulina Tambunan, Senin (5/7/2021). 

Meisye mengatakan kebijakan wajib menunjukkan hasil tes PCR ini cukup membuat calon penumpang mengurungkan niah berpergian jika tidak benar-benar penting karena tes PCR lumayan menguras biaya. 

"Iya jumlah penumpang turun karena hanya calon penumpang yang pergi dengan agenda dinas saja yang tetap terbang dan yang tidak mendesak pergi berpikir ulang untuk terbang," ujar Meisye. 

Jumlah penurunan penumpang belum terpantau berapa besar karena belum dihitung tapi sudah terasa dampaknya. 

Meisye mengatakan sebelumnya penumpang boleh terbang dengan tes rapit dengan hasil negatif dan hanya kota tertentu saja yang menerapkan wajib PCR test dengan hasil negatif. 

"PCR kan lumayan mulai Rp 800 ribuan dan dua kali tes pulang pergi lumayan biayanya, sebab jika kebijakan wajib vaksin tidak ada kendala karena dari Angaksa Pura fasilitasi vaksin gratis," kata Meisye. 

Sementara itu mulai 5 Juli PT Angkasa Pura 2 cabang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II memfasilitasi calon penumpang yang akan berangkat mendapat vaksin gratis di sky brigde lantai II. 

EGM PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, KRAT Tommy Ariesdianto mengatakan sentra vaksinasi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dibuka dengan kolaborasi dan dukungan penuh dari Pangkalan TNI AU Sri Mulyono Herlambang dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes) Kelas II Palembang. 

Diharapkan dengan adanya sentra vaksinasi ini maka calon penumpang dapat senantiasa memenuhi protokol kesehatan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, dimana syarat perjalanan dalam negeri dengan pesawat menuju dan dari Jawa serta Bali adalah harus menunjukkan kartu vaksinasi dan hasil tes PCR (maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan). 

Sentra Vaksinasi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dioperasikan di area seluas sekitar 300 meter persegi, terletak di Lantai 2 Skybridge dan beroperasi pada pukul 08.00 - 16.00 WIB dengan kapasitas vaksinasi sebanyak 400 orang. 

Adapun prosedur umum dalam melakukan proses vaksinasi di kedua lokasi ini adalah:
1. Calon penumpang pesawat harus sudah memiliki tiket penerbangan dan diimbau tiba di lokasi vaksinasi minimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat
2. Calon penumpang mengambil tiket atau nomor antrian di vending machine;
3. Calon penumpang pesawat mengisi formulir vaksinasi;
4. Dokter melakukan observasi terhadap calon penumpang pesawat yang akan melakukan vaksinasi;
5. Calon penumpang pesawat melakukan vaksinasi;
6. Setelah vaksinasi, calon penumpang pesawat menunggu 15 menit di lokasi untuk dilakukan observasi.
 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved