Breaking News:

Berita Palembang

Penerapan Aturan Ganjil Genap, Gubernur Sumsel Herman Deru : Jika Dampaknya tidak Oke Bisa Direvisi

Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan bahwa aturan ganjil-genap akan disosialisasikan terlebih dahulu sebelum diterapkan.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Odi Aria Saputra
Gubernur Sumsel Herman Deru yang memberikan tanggapannya kepada puluhan massa dari Gabungan Ormas Penegak Keadilan (GOPK) melakukan aksi demo di depan Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (2/7/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan bahwa aturan ganjil-genap akan disosialisasikan terlebih dahulu sebelum diterapkan.

Pernyataan ini disampaikannya ke puluhan massa dari Gabungan Ormas Penegak Keadilan (GOPK) melakukan aksi demo di depan Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (2/7/2021).

Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan sebelum diberlakukan aturan ganjil-genap akan disosialisasikan terlebih dahulu.

Aturan ganjil-genap ini sendiri diakui Deru bukan merupakan Peraturan Gubernur (Pergub) melainkan Surat Keputusan (SK) Gubernur, dalam rangka menekan lonjakan Covid-19 di Sumsel.

"Kita sosialisasikan dulu, jika dampaknya tidak oke bisa direvisi. Kita belum bisa bicara sekarang karena belum dilakukan. Yang jelas ini langkah pemerintah untuk menekan sebaran Covid-19," tegas Deru.

Seperti diketahui, sesuai Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor: 445/KPTS/DISHUB/2021 mengenai aturan ganjil genap kendaraan di Palembang,  sistem ganjil genap mulai diterapkan di empat titik yakni Jalan Kapten A Rivai, Merdeka, POM IX, dan Jalan Angkatan 45 Palembang. 

Kepgub ini mengatur aturan ganjil genap yang berlangsung pada Senin hingga Sabtu, atau selama enam hari dalam sepekan.

Peraturan ganjil genap ini dimulai dari pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB. Selanjutnya,  di dalam Kepgub itu juga dilanjutkan dengan pembatasan jam malam maksimal hingga pukul 03.00 WIB. 

Dari pantauan Sripoku.com, para pendemo ini menggelar aksi menolak keras diberlakukannya aturan ganjil-genap yang akan diberlakukan di Palembang dalam waktu dekat. 

Fadrianto, Koordinator Aksi (Korak)  GOPK mengatakan kebijakan ganjil-genap yang akan dilakukan di Palembang untuk menekan penyebaran Covid-19 dinilainya bukan merupakan langkah tepat dalam situasi saat ini. 

Ia membandingkan, ibu kota Jakarta yang merupakan wilayah besar saja telah menghapus kebijakan ganjil-genap. Sedangkan di kota Palembang yang merupakan kecil dan jalanan masih sangat nyaman dilalui, justru baru akan melakukannya. 

"Kota Palembang ini wilayahnya kecil jalannya juga nyaman, kan aneh baru mau menggelar ganjil-genap," ujarnya usak menggelar unjuk rasa. 

Menurutnya, jika kebijakan ini diberlakukan justru akan menambah sebaran Covid-19 di Bumi Sriwijaya. Hal itu dikarenakan, masyarakat yang akan beraktivitas akan kesulitan berkendara. Maka dikhawatirkan justru akan terjadi penumpukan masyarakat, dimana mereka akan menumpang kendaraan sesuai jadwal ganjil-genap. 

"Ini akan berdampak kepada masyarakat dalam bekerja.  Jika masyarakat tak punya plat ganjil-genap, maka dia akan menumpang. Justru ini akan menimbulkan sebaran virus makin cepat," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved