Breaking News:

Mawardi Yahya Sebar Petugas ke 17 Kabupaten/kota di Sumsel, Pastikan Hewan Kurban Bersih dan Halal

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menjelaskan pengiriman petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban dilakukan untuk memastikan aspek halal

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Odi Aria Saputra, Handout Humas Pemprov Sumsel
Wagub Sumsel, Mawardi Yahya saat melepas petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan qurban di Graha Bina Praja, Pemprov Sumsel, Kamis (1/7/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hari Raya Idul Adha 1442 H akan jatuh pada tanggal 20 Juli mendatang. Untuk memastikan aspek halal dan kebersihan hewan kurban, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melakukan inisiatif mengirim petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban ke 17 kabupaten/kota di Sumsel,  Kamis (1/7/2021). 

Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya menjelaskan, pengiriman petugas pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban dilakukan untuk memastikan aspek halal dan kebersihan hewan yang akan dipotong pada Hari Raya Kurban mendatang. 

Petugas ini akan berperan memberikan imbauan kepada penyelenggara terkait syarat sah kurban. 

"Jadi petugas ini akan menyebar ke 17 kabupaten/kota, mereka ini akan memastiskan aspek halal dan kebersihan hewan kurban," ujarnya,  Jumat (2/7/2021).

Dijelaskannya, para petugas yang dikirim tersebut terdiri dari dinas peternakan dan hewan Sumsel, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumsel, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel dan pihak lainnya. 

Menurutnya, tim tersebut juga memastikan proses pemotongan hewan kurban memenuhi standar kesehatan. Seperti alas pemotongan yang bersih, penggunaan air yang bersih dan lain sebagainya. 

"Petugas ini terdiri dari berbagai instansi. Mereka juga akan mengawasi kesehatan hewan kurban, peralatan penyembelih hingga penggunaan air bersihnya," jelas Mawarsi. 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Ruzuan Efendi menerangkan ada lebih dari 500 orang penyuluh akan disebar di kabupaten/kota untuk memberikan edukasi kepada pedagang dan masyarakat terkait kesehatan hewan kurban

Tak hanya itu, tim penyuluhan juga akan ikut memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana proses pelaksanaan kurban dengan tetap taat protokol kesehatan ketat. 

"Saat ini kan masih Pandemi, kita juga akan edukasi masyarakat tata cara pelaksanaan kurban dengan menerapkan prokes," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved