Breaking News:

Berita Banyuasin

Polsek-polsek di Banyuasin Masih Banyak yang tak Berhasil Ungkap Kasus, Kapolres Tegur Kapolsek

ada Polsek dijajaran Polres Banyuasin yang belum melakukan ungkap kasus menjadi teguran tersendiri dari Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi

Editor: Welly Hadinata
Tribunsumsel/Ardiansyah
Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi bersama Kajari Banyuasin Budi Herman menunjukan barang bukti dari sejumlah kasus yang diungkap Polres Banyuasin dan jajaran, Kamis (1/7/2021). 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Antik dalam rangka HUT Bhayangkara ke 75, Polres Banyuasin dan jajaran mengamankan 23 tersangka dengan 16 kasus.

Kasus yang diungkap Polres Banyuasin bersama jajaran antara lain Narkoba, tindak asusila dan kekerasan dalam rumah tangga.

Tetapi, karena ada Polsek dijajaran Polres Banyuasin yang belum melakukan ungkap kasus menjadi teguran tersendiri dari Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi.

Untuk kasus narkoba barang bukti yang diamankan sabu 14 gram setidaknya ada  428 orang diselamatkan. Pidana umum baik itu asusila dan kekerasan dalam rumah tangga sebanyak 15 kasus dengan 21 tersangka. Sedangkan untuk kasus Tipikor dua orang sudah ditetapkan sebagai  tersangka.

"Ungka kasus ini dilakukan  Polres Banyuasin dan sembilan Polsek jajaran. Polsek yang mendominasi dalam ungkap kasus ini Polsek Talang Kelapa, Polsek Mariana dan Polsek Sungsang. Untuk Polsek yang belum melakukan ungkap kasus, saya harapkan untuk lebih aktif dalam ungkap kasus," katanya, Kamis (1/7/2021).

Sembilan Polsek yang melakukan ungkap kasus, lanjut Imam pasti akan diberikan apresiasi dalam kinerja yang dilakukan baik untuk Polsek maupun Kanitreskrim.

Namun, untuk Polsek yang belum atau tidak sama sekali melakukan ungkap kasus agar lebih aktif dalam ungkap kasus yang ada di wilayah hukumnya.

Selain itu, Imam juga mengingat kepada masyarakat tentang kasus Karhutla. Ada sanksi tegas yang akan dilakukan bila tetap membuka lahan dengan car membakar.

"Kami himbau dalam melaksanakan aktivitas untuk bercocok tanam, tidak melakukan pembakaran. Ada undang - undang dan ancaman penjara selama 15 tahun dengan denda miliaran rupiah," pungkasnya.

Sedangkan Kajari Banyuasin Budi Herman, mengapresiasi ungkap kasus yang dilakukan Polres Banyuasin. Pihaknya akan terus melakukan sinergitas, untuk memimalisir tidak kejahatan di wilayah hukum Banyuasin.

"Ada dua kasus korupsi yang kami tangani saat ini. Sedangkan, untuk kasus pidana umum, lebih cenderung kasus KDRT dan kesusilaan," katanya singkat.(Ardi/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved