Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Jubir Fadjroel Kerap Ditanya Reshuffle, Tak Bisa Sembarang Jawab: Bikin 'Sakit Kepala'

Yang bikin sakit kepala adalah, tiba-tiba wartawan tanya. Mas jam berapa ini pelantikan, reshuffle bagaimana.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUNNEWS
Fadjroel Rachman 

JURU Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengungkapkan, hal yang membuat dirinya bisa sampai 'sakit kepala' saat bertugas. Hal tersebut jika pertanyaan para wartawan soal reshuffle kabinet. Pada sesi Bincang Santai bersama Direktur Pemberitaan dan Manajer Pemberitaan Tribun Network, yakni Febby Mahendra Putra dan News Manager Rachmat Hidayat secara daring, Senin (28/6/2021), Fadjroel mengatakan, sebagai seseorang yang bertugas di lingkungan Istana tentunya tahu agenda pelantikan serta reshuffle yang terjadi. Namun tak mungkin membuka hal itu karena belum disampaikan secara resmi oleh Presiden. Berikut petikan wawancaranya.

**********

Posisi Ali Mochtar Ngabalin juga sebagai juru bicara?
Saya tidak dalam posisi menjelaskan. Saya adalah staf khusus presiden bidang komunikasi jadi atasan saya presiden. Jadi semua informasi saya dapatkan langsung dari presiden. Baik langsung ucapan atau tertulis.Kalau rapat terbatas ada tertulis, saya juga mendapatkan. Tapi itu memang tidak boleh disampaikan ke publik karena rahasia negara. Kalau beliau yang disebut tadi tentu bukan staf khusus presiden. Begitu saja deh. Jadi sebaiknya yang mengatasnamakan presiden adalah staf khusus presiden.

Baca juga: Cerita Fadjroel Rachman jadi Jubir Presiden Jokowi, Diserang Isu Negatif: Siapkan Dua Koper di Mobil

Apa catatan Anda kedepan supaya komunikasi Istana dan masyarakat bisa lebih efektif?
Tentu teman-teman wartawan dan media yang kami hormati. Tentu perlu memang membiasakan diri dengan model baru komunikasi di periode kedua. Di mana ekosistem bukan hanya istana tapi kesatuan dengan Kabinet Indonesia Maju. Tidak lagi dipisahkan. Jadi semuanya dibagi berdasarkan fungsi. Istana mengambil kebijakan, kemudian kemenko menjalankan kebijakan tersebut sesuai dengan fungsi dan wewenang masing-masing.

Kami juga awalnya kadang-kadang juga...tapi lama-lama menyadari oh ini bukan otoritas saya. Ekosistem ini kita sama-sama belajar lah. Karena memang ini baru di periode kedua. Kecuali kalau presiden yang berbicara langsung kepada teman-teman wartawan.

Kemudian yang kedua tujuan presiden agar teman-teman wartawan mendapatkan informasi yang betul-betul penuh. Karena kalau menteri yang menjawab detail apa yang akan menjadi kebijakan. Kalau presiden kan menyampaikan, Alhamdulillah sudah ada 1,8 juta vaksinasi. Tentu bagus kalau bertanya vaksin apa saja, keamanan, itu dijawab pihak terkait.

Memang ada upaya dari kami membiasakan seperti itu. Kami di Istana memang ada semacam daily briefing. Itu tiap hari kami mengetahui isu ini, ini kementerian mana yang bisa menjawab, lembaga mana yang bisa menjawab. Kami juga memilikki hubungan baik dengan Badan Komunikasi Humas. Itu seluruh kementerian dan lembaga.

Dan termasuk juga pemerintah daerah dan BUMN. Jadi kami juga saling bekerja sama terus menerus. Ini mudah-mudahan informasi yang didapat oleh teman-teman wartawan itu efektif. Karena kalau pertanyaan tertentu dijawab oleh otoritas dan otoritatif terhadap pertanyaan yang disampaikan oleh teman-teman wartawan.

Saya menggambarkan apa yang disampaikan presiden. Bentuknya tetap kebijakan, bukan yang detail. Kalau Pak Mahfud kan detail soal hukum pidana, perdata, segala macem. Kalau kami tidak sampai ke arah sana. Kebijakan menjadi payung untuk program yang ditangani kemenko atau kementerian terkait.

Latar belakang Anda sebagai aktivis punya pengaruh dalam posisi Anda sebagai juru bicara?
Sangat mendukung. Karena kalau sebagai aktivis hidupnya ngomong 70-80 persen. Dari ITB-UI, itu kerjanya ngomong. Mencoba memberikan informasi publik, membujuk publik. Jadi kebiasaan untuk public speaking yang sebenarnya tidak terlalu disadari. Itu sebenarnya belajar public speaking. Biasa mempersuasi orang untuk menyampaikan apa yang dipercaya.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved