Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Cerita Fadjroel Rachman jadi Jubir Presiden Jokowi, Diserang Isu Negatif: Siapkan Dua Koper di Mobil

Sebelum, Presiden Jokowi menyampaikan sesuatu, baik soal arahan, kebijakan, atau pidato, maka seorang juru bicara tidak diperkenankan bicara.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUNNEWS
Fadjroel Rachman 

JURU Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengakui Istana dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kerap 'diserang' dengan isu negatif di periode kedua. Selama dua tahun, Fadjroel menjadi seorang 'penyambung lidah' dari Presiden Jokowi yang fokus menjawab pertanyaan soal demokrasi, hak asasi manusia, anti korupsi, toleransi, dan kehadiran negara kepada rakyatnya.

Pada acara bincang santai bersama Direktur Pemberitaan dan Manajer Pemberitaan Tribun Network, yakni Febby Mahendra Putra dan News Manager Tribun Network, Rachmat Hidayat, Selasa (29/6), Fadjroel menyatakan, yang terpenting adalah menyampaikan apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi.

Sebelum, Presiden Jokowi menyampaikan sesuatu, baik soal arahan, kebijakan, atau pidato, maka seorang juru bicara tidak diperkenankan bicara. Berikut petikan wawancara khusus Tribun Network bersama Fadjroel Rachman.

**********

Apa suka duka Anda membantu Presiden Joko Widodo sebagai juru bicara?
Apapun yang diarahkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai atasan saya, itu adalah penghargaan tak ternilai buat saya.Dimanapun tugas negara yang diperintahkan Preiden Joko Widodo saya akan menjalankan sebaik-baiknya. Meskipun saat ini saya tidak bisa menjawab iya dan tidak.

Saya diangkat 21 Oktober 2019. Sehari setelah Presiden Joko Widodo dan Pak Ma'ruf Amin ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden. Jadi surat pertama yang ditandatangani presiden itu Keppres kepada saya sebagai juru bicara presiden. Nah sampai dengan sekitar Januari, Februari, Maret, itu saya selalu mendampingi beliau terus menerus. Di dalam negeri, di luar negeri, sampai di dalam mobil itu mas, saya menyediakan dua koper.

Karena biasanya beliau, Jumat itu setelah rapat terbatas. Biasanya langsung mengajak ke luar kota atau ke luar negeri. Sampai hari Minggu-Senin sudah kembali kerja. JADI SAYA KOPER satu di mobil, satu diturunkan untuk dicuci. Nah itu ke dalam atau luar negeri. Pertama itu Papua-Maluku 8 kabupaten/kota.

Suka karena berdekatan, tahu secara langsung apa yang dipikirkan beliau. Tapi memang di tengah pandemi kita mengalami kesulitan, karena praktis pertemuannya dengan webinar.

Jadi tidak langsung, sehingga gestur beliau beberapa hal tidak mendapatkan. Saya kerap mendapat bantuan dari Pak Pratikno dan Pak Pramono Anung. Dalam masa pandemi ini, komunikasinya itu agak bercabang. Sering kali, beliau lebih banyak melakukan rapat terbatas. Pak Setneg dan Pak Seskab biasanya. Saya minta apa saja yang dibicarakan.

Karena tugas saya hanya boleh berbicara setelah beliau berbicara. Tidak boleh sebelum presiden berbicara. Baik pidato, arahan, regulasi, baru saya boleh menyampaikannya.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved