Ada 11 Varian Baru Virus Corona, 96 Negara Laporkan Kasus Varian Delta , Varian Paling Menular
WHO mencatat saat ini ada 11 varian baru virus corona. Tujuh varian kategoti perlu perhatian, 4 varian kategori perlu diwaspadai
SRIPOKU.COM, JENEWA - Dalam daftar Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO saat ini ada 11 varian baru virus corona dengan menambah varian Lambda yang pertama kali ditemukan di Peru dalam daftar.
Varian Lambda pertama kali terdeteksi di Peru pada Desember 2020. WHO menetapkan varian baru virus corona ini masuk dalam kategori variants of interest (VoI) atau yang perlu mendapat perhatian.
Dengan masuknya varian Lambda ini, total ada 7 varian virus corona sebagai VoI. Sedangkan 4 lainnya masuk dalam kategori variant of concern (VoC) atau yang perlu diwaspadai.
WHO kemudian memperingatkan bahwa sejauh ini, Delta, merupakan varian virus corona baru yang paling menular dan masuk kategori VoC. Varian ini bakal menjadi varian dominan selama beberapa bulan mendatang.
"Mengingat peningkatan transmisibilitas, varian Delta akan dengan cepat mengungguli varian lain (virus corona baru)," kata WHO dalam Pembaruan Epidemiologi Mingguan COVID-19 yang terbit pada Selasa (29/6/2021).
Dalam catatan WHO, hingga 29 Juni, sebanyak 96 negara telah melaporkan kasus varian Delta. Dan, sejumlah negara menghubungkan lonjakan infeksi dan rawat inap dengan varian yang sangat menular ini.
Sementara kasus varian Alpha, menurut WHO, telah dilaporkan di 172 negara atau wilayah, bertambah 2 negara dalam seminggu terakhir. Kasus varian Beta terdeteksi di 120 negara, tambah satu negara. Lalu, kasus varian Gamma ada di 72 negara, bertambah satu negara.
Varian baru virus corona yang ditetapkan WHO sebagai VoC dan VoI:
Variants of concern (VoC)
Alpha atau B.1.1.7 pertama kali ditemukan di Inggris
Beta atau B.1.351 pertama kali ditemukan di Afrika Selatan
Gamma atau P.1 pertama kali ditemukan di Brasil
Delta atau B.1.617.2 pertama kali ditemukan di India
Variants of interest (VoI)
Epsilon atau B.1.427/B.1.429 pertama kali ditemukan di Amerika Serikat
Zeta atau P.2 pertama kali ditemukan di Brasil
Eta atau B.1.525 pertama kali ditemukan di sejumlah negara
Theta atau P.3 pertama kali ditemukan di Filipina
Iota atau B.1.526 pertama kali ditemukan di Amerika Serikat
Kappa atau B.1.617.1 pertama kali ditemukan di India
Lambda atau C.37 pertama kali ditemukan di Peru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/delatakganga.jpg)