Breaking News:

Palembang Fokus Kembangkan Wisata Kuliner 

Dalam kondisi pandemi COVID-19, Sektor Pariwisata paling merasakan dampaknya.

Penulis: Rahmaliyah | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Para pengunjung mengabadikan foto dengan mobil antik yang kini tersedia di Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu 

Laporan Wartawan Sripoku. Com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dalam kondisi pandemi COVID-19, Sektor Pariwisata paling merasakan dampaknya.

Namun, Pemerintah Kota Palembang mengungkapkan hanya sektor wisata kuliner yang saat ini masih bisa survive dan menyumbang bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan, sinyal ini terlihat dengan menjamurnya tempat-tempat makan/restoran di lokasi-lokasi wisata seperti di Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu.

Airlangga Hartarto: Forum ASEAN dan Rusia Dukung Stabilitas Ekonomi Kawasan

Kapolres OKU Resmikan Rumah Program Bedah Rumah

Sebab, secara tidak langsung dengan inovasi yang dilakukan pengelola dengan membuka cafe-cafe yang menyajikan kuliner tentu akan menarik minat pengunjung untuk datang. 

"Inovasi-inovasi dibuat salah satu kreatifitas kuliner dimana tempat wisata Jadi tempat yang bagus. Pengunjung bisa menikmati wisata alam sekaligus kulineran," katanya, Selasa (29/6/2021). 

Isnaini mengatakan, penopang tercapainya PAD sebagai bagian dari Pariwisata, salah satunya berasal dari pajak hotel, restoran serta pajak hiburan.

Namun, dari tiga sektor tersebut Sektor Kuliner ini cukup menyokong PAD.

Persiapan Sriwijaya Expo Tahun 2021

"Inilah yang mendukung pencapaian Kota Palembang dan sudah ditetapkan sebagai Kota Kreatif bidang Kuliner. Makanya, seperti di Punti Kayu, Bukit Siguntang kini dibuat sebagai tempat wisata yang bagus sebagai wisata kuliner," katanya. 

Pihaknya berharap, sektor pariwisata yang bisa survive di tengah kondisi pandemi ini dapat terus bergerak. Pemerintah Kota komitmen untuk mendukung hal itu. 

"Apa yang bisa bergerak dan itu positif silakan untuk dikembangkan. Karena ditengah kondisi ini mau tidak mau kita dituntut untuk menjadi kreatif namun tetap menerapkan protokol kesehatan, " Katanya. (Yak) 

 
 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved