Tunda Pajak Sembako Optimalkan Subjek Pajak 

Dalam rangka meningkatkan penerimaan pajak, berbagai langkah telah dan akan dilakukan pe­merintah.

Editor: Salman Rasyidin
Tunda Pajak Sembako Optimalkan Subjek Pajak 
ist
Amidi SE

Tax ratio  yang merupan perbandingan antara penerimaan perpajakan dengan PDB atau kemampuan ne­gara menarik pajak dari penghasilan tahunan, terus mengalami penurunan.

Pada  tahun 2014 tax ratio kembali turun 0,4 % menjadi 10,9 %. dan pada tahun 2015 tax ratio turun 0,2 % menjadi 10,7 %.

Kemudian pada tahun 2016 turun lagi 0,3 % menjadi 10,4 %, pada tahun 2017 turun 0,5 % menjadi 9,9 % dan pada tahun 2018 memang sempat naik 0,3 % menjadi 10,2 % namun pada tahun 2019 turun kembali 0,4 % menjadi 9,8 % dan pada tahun 2020 lalu turun kembali 1,5 % menjadi 8,3 %..

Lebih lanjut Faisal basri mengemukakan karena  pendapatan pajak naik lebih lambat dari peningkatan PDB.

Untuk itu pertumbuhan yang berkualitas harus didorong dengan value  cre­ation bukan value extraction.

Kemudian yang perlu diperhtikan adalah modus penghindaran pajak (tax avoidance).

Di­rek­tur Jendral Pajak Kementerian Keuangan  Suryo Utomo mensinyalir temuan tax avoid­ance yang diestimasi merugikan Negara hingga Rp. 68,7 triliun per tahun.

Pada bagian lain Tax Jus­tice Network mengemukakan akibat tax avoidance tersebut, Indo­nesia diperkirakan rugi hingga US$ 4,86 miliar per tahun atau setara dengan Rp. 68,7 triliun diantaranya merupakan bu­ah dari pengindaran pajak korporasi dan sisanya US$ 78,83 juta atau sekitar Rp.1,1 tri­liun berasal dari wajib pajak orang –orang pribadi (Kontan.co.id, 23 November 2020).

Dari sisi tehnologi perpajakan, tehnologi perpajakan  di negeri ini mumpuni dan sudah me­ng­alami perbaikan dan sudah cukup membantu wajib pajak dalam melakukan pembayaran dan pelaporan perpajakan.

Hanya yang masih perlu dan tidak kalah pentingnya adalah upaya memperbaiki dan atau me­reformasi birokrasi perpajakan yang masih harus terus dilanjutkan sembari  terus mene­rus meningkatkan pelayanan perpjakan agar masyarakat selaku wajib pa­jak dapat dilayani sesuai dengan harapan.

Terakhir yang tidak kalah pentingnya dalam meningkatkan penerimaan pajak ini adalah ke­depan kita tidak ingin lagi mendengar uang pajak dikorupsi.

Selain itu kita tidak ingin lagi adanya penyalah gunaan uang pajak, sehingga uang pajak be­nar-benar dapat dinikmati masyarakat dalam berbagai bentuk pembangunan.Selamat berjuang!!!!!

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved