Breaking News:

Kemenkes Ditagih Tunggakan Rp 144 M Pihak RSUD Bekasi Agar Tak Ganggu Layanan Covid-19

Sebagian rumah sakit di Indonesia  mulai menjerit karena kekurangan dana opeasional khusus penanganan pasien Covid-19.

Editor: Salman Rasyidin
Warta Kota/Rangga Baskoro
Suasana RSUD Chasbullah Abdulmadjid bekasi yang kini penuh karena menangani lonjakan kasus Covid-19. Kondisi keuangan rumah sakit ini sekarang sedang sulit, berhubung Kemenkes belum membayarkan utang pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut. 

SRIPOKU.COM—Sebagian rumah sakit di Indonesia  mulai menjerit karena kekurangan dana opeasional khusus penanganan pasien Covid-19.

Dan jumlah tagihan untuk setiap pun tidak sedikit  bahkan ada lebih ratusan miliar.

Seperti halnya tagihan  RSUD Kota Bekasi seperti dilansir  WARTAKOTALIVE.COM bahwa Wakil Direktur Umum dan Keuangan pada RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Indriati, buka suara terkait utang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pembiayaan pasien Covid-19.

Ia menjelaskan sekitar 75 persen pendapatan RSUD Bekasi sebagai rumah sakit utama rujukan Covid-19 di Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat, berasal dari klaim pelayanan pasien terinfeksi Covid-19.

Indriati mengharapkan agar Kemenkes bisa menyicil utang agar tak mengganggu operasional dan pelayanan pasien Covid-19.

"Harapan kami bisa didahulukan sisa bayar tahun 2020 sebesar Rp 43 miliar di bulan Juni ini, yang nantinya akan dipergunakan untuk menggerakkan operasional RSUD CAM," ungkap Indriati saat dikonfirmasi, Rabu (23/6/2021).

Dana tersebut nantinya juga akan dialokasikan untuk membayar utang penyedia atau vendor alat kesehatan, obat dan pihak lainnya yang terkait operasional rumah sakit.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan utang Kementerian Kesehatan kepada RSUD Bekasi dalam rangka pembiayaan pelayanan dan perawatan pasien Covid-19 diasumsikan Rp 144 miliar.

"Jadi, total yang belum dibayarkan sebesar Rp 43 miliar dengan Rp 24,7 miliar ditambah dengan pengajuan Rp77 miliar, berkisar kurang lebih Rp 144 miliar untuk nilai pembiayaan pelayanan Covid-19," ucapnya.

Menurut Rahmat, awalnya hasil dari verifikasi BPJS Kesehatan terhadap total pengajuan klaim RSUD Bekasi sebesar Rp 171 miliar periode Maret-Desember 2020. Sedangkan yang disetujui sebesar Rp 81,9 miliar.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved