Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Upaya Intervensi Atmosfir untuk Menjatuhkan Hujan

TMC itu bu­kan kegiatan membuat hujan tapi upaya memperbanyak dan mempercepat terjadinya hujan.

Editor: Salman Rasyidin
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Upaya Intervensi Atmosfir untuk Menjatuhkan Hujan
ist
DR. Asep Karsidi, Msc

Dalam gambar 1, diilustrasikan penyemaian yang di­lakukan me­la­lui wahana pesawat terbang, dimana  bahannya disebar di dasar awan dan di ­a­tas awan.

Se­da­ng­kan yang dari GBG diupayakan bahan semai bisa terapung dan terangkat ma­suk ke Awan.

Pada da­sarnya bahan semai sebagai inti kondensasi, harus masuk ke awan a­gar proses tumbukan dan penggabungan berlangsung dan terjadi penambahan butir-butir air hujan.

proses tmc
Gambar.1.Ilustrasi proses penyemaian Awan secara Dinamis dan Statis.

Sebagai catatan bahwa kegiatan TMC ini berlangsung di alam terbuka yang sangat dinamis se­ca­ra ruang dan waktu.

Oleh karena itu perlu didukung oleh kecermatan dan ketepatan pe­ng­amatan unsur cuaca diatas, jenis dan ukuran bahan semai yang tepat, serta dukungan ar­ma­da termasuk Pilot, Crew dan Flight Scientist yang mumpuni.

Kegunaan dan Aplikasi TMC

TMC telah banyak diaplikasikan untuk tujuan mitigasi bencana yang disebabkan faktor iklim dan cuaca.

Misalnya untuk menaikan debit air di waduk waduk yang menurun di­ka­re­nakan mu­sim ke­marau dan meningkatkan Tinggi muka air tanah (TMAT) dilahan lahan gam­but yang meng­a­lami penurunan diakibatkan musim kemarau yang mana dapat meng­akibatkan ter­jadinya ke­bakaran lahan dan hutan yang tentu saja akhirnya menjadi ben­ca­na asap.

Menurut Prediksi BMKG musim kemarau akan terjadi dari bulan Juni sampai dengan Ok­tober 2021 dimana biasanya bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di In­do­nesia.

Memasuki Musim Kemarau di wilayah Sumatera khususnya di Provinsi Riau, Jam­­bi dan Sumatera Selatan (Sumsel)TMC sangat dibutuhkan mengingat ketiga provinsi tersebut me­mi­liki lahan gambut yang cukup besar.

Pembasahan lahan pada lahan gambut sangat di­bu­tuh­kan untuk mem­per­lambat penurunan muka air tanah yang disebabkan oleh musim kemarau, maka TMC ini sa­­ngat­lah dibutuhkan.

Mengingat proses awan hujan banyak terbentuk di awal a­wal musim ke­marau, sebaiknya proses TMC dilakukan diawal musim kemarau.

Sumsel dan Jambi melakukan TMC lebih awal sejak tanggal 10 Juni 2021 dan akan di­ren­ca­na­kan sampai tanggal 24 Juni 2021, hal ini dilakukan bukan tanpa dasar yang jelas a­kan tetapi di­awal Juni prediksi Awan hujan akan tumbuh lebih banyak dibandingkan diawal Juli ta­hun 2021.

TMC untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan Lahan untuk wilayah Sumse­l Dan Jambi diprioritas untuk kabupaten yang memiliki lahan gambut yang sering terbakar. 

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved