Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Upaya Intervensi Atmosfir untuk Menjatuhkan Hujan

TMC itu bu­kan kegiatan membuat hujan tapi upaya memperbanyak dan mempercepat terjadinya hujan.

Editor: Salman Rasyidin
Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Upaya Intervensi Atmosfir untuk Menjatuhkan Hujan
ist
DR. Asep Karsidi, Msc

Artinya dalam pelaksanaan TMC perlu secara komprehensip me­ma­hami mekanisme kondisi atmosfier yang mendukung proses pembentukan hujan, agar  ha­silnya sesuai dengan tar­get yang hendak dicapai.

Bagaimana Caranya?

Diatas disampaikan bahwa TMC itu melakukan intervensi dalam proses pembentukan hujan me­lalui penambahan inti kondensasi diatmosfir dengan cara penyemaian awan.

Yakni, dila­ku­kan de­ngan menaburkan bahan yang bersifat hygroscopic berukuran orde micron sekitar 1-10 mikron (An­drea I, 2019).

Tujuannya agar proses kondensasi dan penggabungan antara butir-bu­tir kecil dan besar di dalam awan berlangsung dan menghasilkan hujan yang lebih besar di­bandingkan de­­­ngan hujan yang terjadi apabila dibiarkan secara alami.

Proses penyemaian a­w­an inipun harus didukung oleh terpenuhinya dua syarat lainnya yakni energy matahari un­tuk berlangsungnya pro­ses pengangkatan massa udara, dan  tersedianya massa udara basah se­bagai bahan baku pemben­tuk­an butir air di atmosfir.

Ketersediaan energy pengangkatan dapat diketahui melalu pengamtan dan analisa mikrofisika mulai dari permukaan hingga pada ke­tinggian tertentu, demikian pula pengamatan terhadap kondisi massa udara basah.

Bila telah diketahui bahwa kondisi atmosfirnya memenuhi dua persayartan tadi, berikutnya perlu dicermati mengenai jenis dan ukuran bahan semai serta cara menyebar bahan semai di atmosfir.

Bahan semai harus betul betul bahan yang bersifat higroskipis dalam ukuran yang te­pat, serta di­se­barkan di lokasi serta ketinggian (layer) yang tepat pula.

Bila yang disasar su­dah berupa awan ha­­rus betul-betul dicermati awan yang mana yang akan disemai, apakah po­sisinya di dasar awan, di puncak awan atau malah masuk kedalam awan.

Perlu diingat yang di­tabur sebagai bahan se­mai itu adalah inti kondesnsi untuk memperbanyak terbentuknya butir hujan melalui proses tum­bukan dan penggabung dari butir air yg terbentuk, sehingga bu­tir air tersebut diharapkan menjadi be­sar dan secara gravitasi jatuh ke permukaan.

Oleh ka­re­na itu agar proses pembentukkan butir air yg lebih besar terjadi secara maksimal, pena­bur­an bahan semainya harus tepat lokasi.

Berikut disajikan gambar (Gb.1) sebagai ilustrasi pelaksanaan penyemaian awan untuk me­m­­per­banyak inti kondensasi di atmosfir.

Teknik penyemaian ini ada yang sifatnya dinamis me­lalui pe­sawat terbang atau wahana lainnya dan ada yang statis dari permukaan tanah di ke­nal dengan Ground Base Generator (GBG).

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved