Breaking News:

Sepekan Terakhir Nihil Kasus Konfirmasi, Kabupaten OKI Terapkan PPKM di Setiap Desa

Kabupaten OKI sepekan terakhir nihil kasus konfirmasi Covid-19. Cegah penularan, Gelar PPKM mikro tiap desa di 18 kecamatan

Editor: Azwir Ahmad
Sepekan Terakhir Nihil Kasus Konfirmasi, Kabupaten OKI Terapkan PPKM di Setiap Desa
ho/sripoku.com
Petugas memasang spanduk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Desa Balian, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Kabupaten Ogan Komering merupakan salah satu wilayah yang masuk zona orange penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan.

Meskipun demikian, satgas penanganan virus Corona menegaskan sejak sepekan terakhir tidak menemukan warga Bumi Bende Seguguk yang terkonfirmasi positif.

"Benar, sejak seminggu terakhir nihil kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah kita (Ogan Komering Ilir)," jelas Sekretaris Satgas Covid-19 OKI, Iwan Setiawan, Minggu (20/6/2021).

Pemerintah Kabupaten OKI mendukung program pemerintah pusat dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro hingga tingkat desa.

"Kebijakan ini telah diberlakukan mulai dari desa-desa yang ada di 18 Kecamatan. Sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Bupati tentang hal tersebut," jelas dia.

Diterangkan Iwan, PPKM berskala mikro ini dinilai lebih efektif untuk menekan penyebaran kasus Covid-19.

"Dengan begini tentunya kegiatan masyarakat akan menjadi terkontrol oleh desa masing-masing, jadi penanganannya lebih terpantau hingga ke tingkat RT dan RW," katanya.

"Maka pelaksanaan PPKM secara ketat inilah yang dapat menekan penyebaran virus Corona di Kabupaten kita ini. Diharapkan masyarakat terus mengikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan," tambahnya.

Selain itu proses vaksinasi bagi para lansia masih tetap berlanjut dan ditahap kedua ini akan menyasar 12.000 orang.

"Bagi masyarakat agar secara sukarela mengikuti vaksinasi yang diberikan pemerintah ini, jangan takut dan ragu karena vaksinnya halal," beber Kepala Dinas Kesehatan OKI.

Sementara itu, perkembangan penyebaran COVID-19 di Kabupaten OKI terhitung sampai dengan 9 Juni 2021 mencapai 204 kasus, di mana dari jumlah itu sebanyak 171 kasus dinyatakan telah sembuh, 26 kasus meninggal dunia dan 7 kasus masih dalam pengawasan.

Kemudian untuk data suspect tercatat sebanyak 371 kasus dan probable 0 kasus. (nando)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved