Berita Religi

Jarang Disadari, Ternyata 3 Kesalahan Baca Amin Ini Bisa Batalkan Sholat, Ini Cara Amin yang Benar

Jemaah diwajibkan membaca amin ketika imam juga membacanya, bagaimana cara baca amin yang benar? Berikut ulasan selengkapnya.

Tayang:
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
sripoku.com/anton
ilustrasi sholat berjamaah 

SRIPOKU.COM - Inilah kesalahan membaca amin yang dapat membatalkan sholat yang jarang diketahui.

Amin merupakan kata yang menjadi bentuk permohonan doa agar dikabulkan.

Saat sholat pula di akhir pembacaan surat Al-Fatihah dianjurkan untuk membaca amin.

Apalagi saat menunaikan sholat secara berjamaah, ketika imam selesai membaca surat Al-Fatihah, jemaah juga melafalkan amin dengan suara yang harus terdengar.

Para sahabat Rasulullah juga mengucapkan amin di belakangnya dengan suara keras, sehingga masjid terasa bergema oleh suara mereka. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila imam membaca amin, maka aminilah oleh kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hal ini berarti bahwa membaca amin itu hukumnya wajib bagi jamaah. Namun hukum wajib itu tidak harus selalu dilakukan jamaah.

Mereka baru diwajibkan membaca amin ketika imam juga membacanya. Tetapi bagi orang yang shalat sendiri, maka hukumnya hanya sunnah.

Akan tetapi, terkait melafalkan, ternyata terdapat kesalahan baca amin yang dapat membatalkan sholat, apa maksudnya?

Begini penjelasannya yang dilansir melalui kanal YouTube Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam.

Baca juga: Jarang Diketahui, Siapa Sangka Ternyata Inilah Kesalahan Kita dalam Membaca Doa Iftitah Saat Sholat

Ilustrasi - Sholat Berjamaah.
Ilustrasi - Sholat Berjamaah. (SRIPOKU.COM/Anton)

Berikut ini kesalahan baca amin yang membatalkan sholat.

Menurut pendapat yang masyhur di kalangan ahli bahasa, ada 2 cara membaca amin yang benar.

Pertama, dibaca dengan dipanjangkan kata'aa...', sehingga menjadi aaamiiin...

Berikut beberapa keterangan ulama mengenai hal tersebut.

1. Keterangan Al-Hafidz Ibnu Hajar,

Takmin adalah bentuk masdar dari kata 'ammana' dengan mim di-tasydid, yang artinya membaca amiin.

Dan semua riwayat para ahli Alquran menyebukan bacaannya dengan memanjangkan hamzah atau memendekkan hamzah. (Fathul Bari, 2/262)

2. Keterangan Ibnu Abdil Barr,

Dalam bacaan amiin ada dua cara baca, dipanjangkan dan dipendekkan, seperti awah dan aaawah. (At-Tahmid, 7/11).

3. Keterangan An-Nawawi,

Dalam bacaan amiin ada 2 cara baca, dipanjangkan dan dipendekkan.

Yang dipanjangkan lebih fasih. Dan keduanya huruf mim tidak di-tasydid. (Syarh Shahih Muslim, 4/120).

Apa Arti Syubhat dalam Islam yang Kerap Disampaikan Ustaz Khalid Basalamah? Ternyata Inilah Maknanya

Cara Baca yang Salah

Syakih Dr. Abdullah Az-Zahi menyebutkan beberapa cara baca amin yang salah.

Pertama, kesalahan bacaan amin yang menyebabkan sholat batal dengan sepakat ulama,

1. Hamzah dipanjangkan, mim di-tasydid, dan huruf 'ya' dihilangkan, sehingga menjadi aaammmin.

2. Hamzah dibafa pendek, mim di-tasydid, dan huruf 'ya' dihilangkan, sehingga menjadi ammmin.

3. Hamzah dibaca pendek, mim tidak di-tasydid, dan huruf 'ya' dihilangkan, sehingga menjadi amin.

Kedua, kesalahan amin yang disepakati ulama, namun apakah itu membatalkan ataukah tidak, ada perbedaan di antara para ulama.

Bunyi bacaan amin ini yaitu dengan memendekkan hamzah, mim di-tasydid, dan ada huruf 'ya'. Sehingga dibaca: ammmiiin.

Para ulama sepakat, lafaz amin semacam ini dilarang, namun mereka berbeda pendapat, apakah membatalkan shalat ataukah tidak.

Syafi'iyah menilai, ini tidak membatalkan sholat.

Sementara mazhab yang lain menilai ini bisa membatalkan sholat.

Ketiga, kesalahan bacaan aamiin yang diperselisihkan bolehny adan batalnya sholat.

1. Hamzah dipanjangkan, mim di-tasydid, dan ada huruf 'ya'. Sehingga dibaca: aaammiiin

Hanafiyah membolehkan kesalahan semacam ini. Sementara jumhur melarangnya.

Hanya saja, menurut Syafi'iyah, amin semacam ini tidak membatalkan sholat.

Sedangkan Hambali dan Malikiyah menilai, bacaan amin ini bisa membatalkan sholat.

2. Hamzah dipanjangkan, mim tidak di-tasydid, dan huruf 'ya' dibuang, sehingga dibaca: 'aaamin'

Sebagian Hanafiyah membolehkan amin semacam ini, namun tidak disinggung oleh mazhab yang lain.

dan yang benar, ini dilarang. (At-Takmin 'Aqibal Fatihah Fi Shalah, Hlm. 187-189)

Demikianlah pembahasan mengenai cara baca amin yang salah dalam sholat.

Semoga bermanfaat.

Baca juga: Apa arti Alif Lam Mim? Mengapa Allah Membuka Surat Al-Baqarah dengan Alif Lam Mim? Ini Penjelasannya

SUBSCRIBE US

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved