Harapan Warga Saat Merayakan  HUT Kota Palembang  

Palembang merupakan salah satu kota tertua di Bumi Nusantaraseba­gai­ma­na tertuang dalam prasasti kedukan bukit dan beberapa literatur

Editor: Salman Rasyidin
ist
Prasetyo Nugraha SH,MHI. 

Salah satu fo­kus pembahasannya a­dalah ketentuan dalam UU Nomor 2 Tahun 2020 yang menya­ta­kan defisit APBN harus kem­bali di bawah 3 persen pada 2023.

Kedefisitan berdampak pa­da seluruh kawasan di In­do­nesia, tanpa kecuali di Palembang.

Jika pimpinan kota­nya halya permisif menikmati sisa di­akhir periodenya saja, maka warga kota akan men­jerit karena kemiskinan.

Selain itu, permasalahan kota secara klasik adalah daerah kumuh, banjir, dan ke­ma­cetan di ja­lan raya yang seakan tak bisa diatasi oleh siapapun pemimpinnya tidak ter­kecuali  penanganan masalah perparkira yang makin semraut.

Selain tiga permasalahan pokok di atas, secara statistik dalam beberapa tahun ke depan yang banyak diprediksi ber­bagai pihak, adalah masa-masa menuju terjadinya bonus de­mografi yang cukup sig­nifikan.

BPS memperkirakan tahun 2025-2035 adalah puncak ledakan penduduk.

Ini artinya, pe­­ning­katan penduduk dalam sepuluh tahunan terakhir (2015) akan berasa sampai pa­da tahun 2024.

Saat ini saja, penduduk Palembang naik sekitar 8,7 persen yang jumlah sebelumnya di­kisaran 1,5 juta jiwa, maka dengan berdasarkan angka tetap pada Pa­lem­bang Dalam Angka tahun 2021 berjumlah 1.668.848 jiwa

Dengan adanya bonus demografi tersebut, akan memberikan implikasi terhadap ber­ba­gai as­pek kehidupan di Palembang.

Baik itu aspek sosial ekonomi, pendidikan, ke­se­hatan, ke­ter­sediaan pangan, kebutuhan tempat pemukiman dan sebagainya.

Persoalan kemiskinan cukup serius. Jumlah orang miskin Palembang naik rata-rata 10 persen setiap tahunnya.

BPS 2021 merilis data tiga tahun terakhir berjumlah 179,32 di ta­hun 2018, naik kembali 180,67 di tahun 2019, dan di tahun terakhir sebanyak 182,61 ri­bu/jiwa.

Ini meng­­­gambarkan bagaimana tingkat ketimpangan  yang terjadi di Palem­bang yang sulit ditu­run­kan

Begitupun dengan jumlah pengangguran yang juga seakan-akan sulit dikurangi jum­lah­­nya, BPS 2021 sebagaimana merujuk dari pengolahan data di tahun 2020 telah men­­capai 82,771 o­rang menganggur dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) se­be­sar 9,86 persen.

Halaman
1234
Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved