AWAS Buaya Muara dan Senyulong Mengintai, Bulan Ini Musim Bertelur, BKSDA Himbau Warga Waspada

di Sumsel ada dua jenis buaya yaitu buaya muara dan buaya senyulong. Untuk buaya muara lebih lebar dan besar, sehingga dikenal bisa memangsa makhluk

Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/Dokumen
Seekor buaya senyulong yang berhasil ditangkap warga di tambak ikan kawasan Talang Buruk Kecamatan AAL Palembang. Foto beberapa waktu lalu 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Akhir-akhir ini banyak manusia menjadi korban dimakan buaya.

Hal tersebut dikarenakan habitat buaya terganggu, ditambah saat bulan Juni masih masanya buaya bertelur.

"Saat buaya bertelur dia akan lebih agresif. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat agar waspada, kurangi aktivitas di malam hari yang tidak perlu," kata Kepala BKSDA Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Ujang Wisnu Barata, Jumat (18/6/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, buaya ini saat malam hari lebih aktif karena memang siklus hidupnya pada malam hari. Lalu saat peralihan antara gelap ke terang atau terang ke gelap juga lebih aktif lagi. 

"Kenapa sampai ada konflik dengan manusia? karena habitat buaya itu sendiri terganggu misal perubahan fungsi lahan. Awalnya masih ada vegetasi dan lain-lain, kini beralih fungsi," katanya 

Menurut Ujang, dengan beralih fungsinya itu kan perlu irigasi, kanal dan lain-lain, sehingga ruang hidup mereka jadi lebih sempit dan kemungkinan bertemu dengan manusia jadi lebih sering. 

Untuk itu memang perlu upaya terus menerus untuk mengedukasi masyarakat agar menyadari hal tersebut. Sekali lagi karena perjumpaan dengan manusiannya ada, sehingga terjadi seperti itu. 

"Sebenarnya karakter buaya kalau habitatnya cukup dia cukup disitu saja. Selain habitat hidup makan, juga perlu area yang cukup untuk bergerak. Lintasannya buaya ini 10 km, terutama untuk yang jantan," ungkapnya.

Menurut Ujang di Sumsel ada dua jenis buaya yaitu buaya muara dan buaya senyulong. Untuk buaya muara lebih lebar dan besar, sehingga dikenal bisa memangsa makhluk hidup. Kalau buaya senyulong mocongnya lebih panjang. 

"Buaya muara jangan terjebak namanya, karena buaya muara ini bisa hidup di air asin dan tawar. Diberi nama itu karena sudah banyak kejadian yang memakan korban manusia," katanya 

Lalu untuk peta sebaran habitat buaya di Provinsi Sumsel ada di tujuh Kabupaten/Kota yaitu Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Empat Lawang, Lubuklinggau, Musi Rawas dan Palembang. Bukan berarti di Kabupaten/Kota lain tidak ada, ada tapi jarang.(Linda/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved