Prosesi Adat Perkawinan Palembang
Upacara tersebut tentunya ada yang sudah ditinggalkan atau mengalami berbagai perubahan sejalan dengan kemajuan dan dinamisnya perubahan di masyarakat
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - DARI sekian banyak adat istiadat masyarakat di Palembang, salah satu adalah upacara (prosesi) dari adat perkawinan Masyarakat Palembang Asli.
Upacara tersebut tentunya ada yang sudah ditinggalkan atau mengalami perubahan sejalan dengan kemajuan dan dinamisnya perubahan masyarakat.
Rangkaian upacara adat perkawinan Masyarakat Palembang terdiri prosesi sebelum dan sesudah akad nikah.
Sebelum akad nikah antara lain yaitu apa yang disebut dengan madek, nyenggung, nuku, berasan, mutus kato dan nganter mas kawin.
Keenam rangkaian di atas dilakukan oleh kaum perempuan, kecuali pada rangkaian mutus kato dan nganter mas kawin ,ikut hadir juga kaum laki laki kedua belah pihak.
Setelah itu berselang berapa waktu (sesuai kesepakatan),dilanjutkan dengan acara akad nikah, ngarak pacar, munggah, nganter bangkeng, perayaan, ngale turon, pengantin balek, mandi simbur, ratip saman.
Dalam acara kesembilan tadi dilakukan kaum perempuan dan lelaki, kecuali acara akad nikah dan ratif saman dilakukan oleh kaum lelaki saja (kecuali orang tertentu saja yang hadir).
Menurut adat Palembang akad nikah dilaksanakan di kediaman calon mempelai laki laki.
Calon pengantin perempuan tidak boleh hadir, dia akan didatangi oleh penghulu untuk minta persetujuan mau dinikahkan.
Hal itu seperti nya sudah mendapat nuansa islami, karena menurut hukum adat yang telah menerima resepsi hukum Islam, mereka belum boleh dipersandingkan.
Anehnya, menurut catatan penulis di kalangan masyarakat sekarang ini umumnya acara akad nikah sering dilakukan di dalam masjid.
Yang berdampak sulit untuk mengetahui siapa sajakah yang dibolehkan untuk masuk dan hadir di dalam masjid sesuai dengan fiqh islam?
Kembali ke upacara adat perkawinan Palembang tadi. Selesai akad nikah dilanjutkan dengan acara Ratif Saman tanda bersyukur ke hadirat Allah swt telah berlangsung atas izin Nya.
Di saat munggah kaum lelaki mengarak mempelai laki laki ke rumah mempelai perempuan dengan iringan terbangan/rebana.Kaum lelaki tidak masuk ke rumah mempelai perempuan, karena sudah dipersiapkan di ruang berbeda.
Karena acara akan dilanjutkan dengan ' khatam al Qur'an semua dipimpin oleh kaum perempuan. Disamping acara khatam al Qur'an juga upacara buka lawang, buka langsa, nulangi pengantin, nyacap pengantin, timbang penganten dan terakhir doa.
Pada rangkaian upacara adat perkawinan Palembang tadi sarat dengan muatan seni, yaitu syair pantun, seni suara, dan lainnya sesuai adat budaya yang hidup. (*)
Prosesi Adat Perkawinan Palembang
Oleh Albar Sentosa Subari
Ketua Pembina Adat Sumsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/albar-s-subari.jpg)