Breaking News:

Prosesi Adat Perkawinan Palembang

Upacara tersebut tentunya ada yang sudah ditinggalkan atau mengalami berbagai perubahan sejalan dengan kemajuan dan dinamisnya perubahan di masyarakat

Editor: aminuddin
ist
Albar Sentosa Subari, Ketua Pembina Adat Sumsel 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - DARI sekian banyak adat istiadat masyarakat di Palembang, salah satu adalah upacara (prosesi) dari adat perkawinan Masyarakat Palembang Asli. 

Upacara tersebut tentunya ada yang sudah ditinggalkan atau mengalami perubahan sejalan dengan kemajuan dan dinamisnya perubahan masyarakat. 

Rangkaian upacara adat perkawinan Masyarakat Palembang terdiri prosesi sebelum dan sesudah akad nikah.

Sebelum akad nikah antara lain yaitu apa yang disebut  dengan madek, nyenggung, nuku, berasan, mutus kato dan nganter mas kawin. 

Keenam rangkaian di atas dilakukan oleh kaum perempuan, kecuali pada rangkaian mutus kato dan nganter mas kawin ,ikut hadir juga kaum laki laki kedua belah pihak. 

Setelah itu berselang berapa waktu (sesuai kesepakatan),dilanjutkan dengan acara akad nikah, ngarak pacar, munggah, nganter bangkeng, perayaan, ngale turon, pengantin balek, mandi simbur, ratip saman. 

Dalam acara kesembilan tadi dilakukan kaum perempuan dan lelaki, kecuali acara akad nikah dan ratif saman dilakukan oleh kaum lelaki saja (kecuali orang tertentu saja yang hadir). 

Menurut adat Palembang akad nikah dilaksanakan di kediaman calon mempelai laki laki. 

Calon pengantin perempuan tidak boleh hadir, dia akan didatangi oleh penghulu untuk minta persetujuan mau dinikahkan. 

Hal itu seperti nya sudah mendapat nuansa islami, karena menurut hukum adat yang telah menerima resepsi hukum Islam,  mereka belum boleh dipersandingkan. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved