Breaking News:

Angin Segar Bisnis Otomotif, Dealer Masih Menunggu Keputusan Resmi Insentif PPnBM 100 Persen

Dealer masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait kebijakan bebas PPnBM 100 persen

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Pegawai TAG memperlihatkan mobil Toyota Yaris yang menjadi satu dari enam type mobil Toyota yang mendapat kebijakan PPNBM. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pekan kedua Juni Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengumumkan insentif  PPnBM 100 persen akan diperpanjang hingga Agustus, kemudian diskon PPnBM 50 persen diterapkan setelahnya sampai Desember. 

Sayangnya pengumuman ini belum  terealisasi hingga ke dealer, karena itu dealer masih menetapkan harga lama untuk mobil yang termasuk dalam tipe mobil yang mendapat kebijakan ppnbm. 

Kepala Cabang Tunas Auto Graha (TAG) Palembang Hadi Maryanto mengatakan hingga kini masih menunggu realisasi kebijakan tersebut karena belum ada surat keputusan resmi dari Toyota Astra Motor (TAM) terkait kebijakan PPNBM 100 persen tersebut. 

"Kita mendukung keputusan pemerintah jika memang akan diberlakukan kembali PPNBM karena bisa mendongkrak penjualan," kata Hadi, Kamis (17/6/2021). 

Hadi mengatakan jika PPnBM 100 persen diberlakukan bisa menjadi angin segar, sebab bisa saja tadinya ada calon konsumen yang akan membeli mobil tapi karena kebijakan larangan mudik sehingga mengurungkan niatnya memesan mobil. 

Tapi sekarang larangan mudik sudah tidak ada lagi dan kebijakan ppnbm bakal hadir kembali, maka bisa saja niatnya membeli mobil yang tertunda akan direalisasikan karena adanya potongan harga ppnbm yang lumayan besar. 

Sembari menunggu realisasi ppnbm 100 persen, TAG tetap melayani pemesanan unit bahkan sudah pilihan unit dikirim ke pelanggan  saat kebijakan PPNBM 50 persen digulirkan sejak awal Juni. 

"Kalau konsumen mau beli mobil saat ini ya harganya termasuk kebijakan PPNBM 50 persen karena harga modal beli mobil kita juga sudah harga PPNBM, tapi jika mobil masih indent sudah kita buat perjanjian harga tidak mengikat jadi harga yang disepakati yakni harga saat barang diserahkan," tambah Hadi. 

Hadi sendiri tidak tahu bagaimana penerapan PPNBM nantinya karena jika kebijakan ini dijalankan dia berharap ada kebijakan surut dari pemerintah sebab sudah ada sekitar 50 unit mobil yang sudah dikirim ke konsumen dengan harga PPNBM 50 persen. Jangan sampai nanti muncul kebijakan PPNBM 100 persen dealer malah yang harus mengganti selisih uang ppnbm tersebut. 

Dia mengatakan saat kebijakan PPNBM Maret hingga Mei lalu cukup efektif mendongkrak penjualan hingga 150 persen meski secara keseluruhan penjualan belum normal seperti tahun 2019 atau seperti sebelum pandemi. 

Hingga kini unit yang paling banyak dipesan konsumen yakni Toyota Rush dan Avanza harus indent satu bulan, Innova harus indent satu hingga dia bulan, fortuner harus indent hingga lima bulan dengan jumlah indent terbanyak yakni 294 unit indent dan Toyota Raize tipe tertinggi juga harus indent lebih lama hingga tujuh bulan.(tnf) 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved