Dinkes Sumsel Mulai Vaksinasi Difabel dan ODGJ, Vaksinasi Nakes Capai 94 Persen
Dinkes Sumsel sudah masuk tahapan vaksinasi Covid-19 terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan masyarakat kebutuhan khusus (difabel)
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mulai masuk tahapan vaksinasi Covid-19 terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan masyarakat kebutuhan khusus (difabel).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Ferry Yanuar mengatakan, setelah vaksinasi terhadap pelayan publik dan guru, selanjutnya pihaknya mempersiapkan tahapan lanjutan vaksin bagi masyarakat pra-lansia (umur 50 tahun ke atas )yang dianggap rentan terpapar virus.
"Masyarakat difabel dan ODGJ sudah dilakukan vaksinasi secara serentak kemarin Selasa (15/6/2021). Kita sejauh ini mengupayakan vaksinasi terhadap masyarakat rentan Pra lansia," katanya, Rabu (16/6/2021).
Dijelaskannya, vaksinasi ini masih sesuai tahapan awal yang terbagi dalam tiga skema. Tahapan pertama bagi tenaga kesehatan (nakes), tahapan kedua pelayan publik, dan tahap ketiga masyarakat rentan termasuk lanjut usia (lansia) di dalamnya.
Secara keseluruhan, Dinkes Sumsel mencatat proses vaksinasi terhadap nakes hampir selesai, dengan capaian 94 persen.
Lalu, bagi pelayanan publik menyentuh angka 68 persen. Sedangkan untuk masyarakat rentan pada lansia sejauh ini cukup kesulitan akibat berbagai kendala, salah satunya karena kondisi kesehatan.
"Untuk masyarakat usia 18 tahun belum, karena masih mengikuti tahapan yang ada. Lansia sendiri masih kecil 10 persen, tidak hanya di Sumsel ini juga jadi kendala di nasional yang juga masih kecil," kata Ferry.
Ia menambahkan, sejauh ini cakupan vaksin di Sumsel telah mencapai angka 1.060.000 dosis vaksin. Semuanya sudah disalurkan ke kabupaten dan kota di Sumsel. Sedangkan untuk yang tersisa di provinsi ada sekitar 100 vial vaksin yang rencananya akan diberikan pada vaksinasi masal saat peringatan ulang tahun Bhayangkari mendatang.
Sementara, vaksinasi untuk guru tetap ditargetkan sampai bulan Juni. Apabila ketersediaan vaksin terhadap guru terlalu lama datang, maka pihaknya berencana mengalihkan vaksin untuk lansia terhadap guru.
"Guru tetap jadi prioritas kita. Target Juni selesai, tetapi tergantung ketersediaan vaksin kita. Kalau memang vaksin terlalu lama dan capaiannya masih rendah kita bisa alihkan ke guru dulu," ungkapnya. (Oca)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/1ferrya.jpg)