Breaking News:

Selama Pandemi Covid-19 Pelanggan Bolu Cupu Makanan Tradisional Khas Kayuagung Menurun

Makanan tradisional khas warga Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir bolu cupu, saat pandemi Virus Corona pesanan menurun

Editor: adi kurniawan
Tribunsumsel.com/Nando
Amir sedang menuangkan gula kedalam olahan bolu cupu yang merupakan makanan tradisional bagi warga Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Selasa (15/6/2021). 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Makanan tradisional khas warga Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bolu cupu yang biasa dihidangkan saat acara pesta dan dijadikan menu andalan saat hari raya tiba.

Dengan pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang masih melanda Indonesia saat ini, membuat makanan tradisional khas Kayuagung bolu cupu penurunan pesanan.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat sejumlah perajin bolu cupu yang ada di Kayuagung dan tetap berproduksi.

Hal tersebut diterangkan salah satu produsen rumahan bolu cupu yang telah berdiri sejak tahun 2002 silam, bernama Ningmas Kalung berada di Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung.

"Selama pandemi memang terdampak dan pemesan menurun tinggal sekitar 70 persen dari tahun sebelumnya," jelas Amir, penerus usaha bolu cupu Ningmas Kalung saat ditemui, Selasa (15/6/2021).

Dirinya mengatakan, sebelum adanya pandemi Covid-19 datang, dirinya bisa menjual sekitar 1.400 buah bolu cupu setiap harinya.

Akan tetapi untuk saat ini hanya mampu terjual kurang lebih 1.000 buah saja.

"Memang biasanya pesanan meningkat setelah hari raya Idul Fitri, karena bolu cupu ini biasa dihidangkan warga disaat acara pesta hajatan," 

"Kami tetap produksi meski ada pengurangan jumlah pesanan, Alhamdulillah sebulan terakhir penjualan mulai ramai, berbeda dengan awal pandemi tahun lalu yang hampir tidak ada pemesan," tuturnya.

Dikatakannya, meskipun produksi berkurang akan tetapi harga jual masih stabil dan tidak mengalami kenaikan.

"Harga masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk bolu dengan olahan telur ayam ini dijual Rp 1.200 perbuah, sedangkan olahan telur bebek yaitu Rp 1.500," tuturnya.

Dirinya berharap, usahanya tersebut dapat lebih lancar dan peminat lebih banyak hingga terjual ke luar negeri.

"Kalau pembeli datang dari seluruh Indonesia seperti dari Lampung, Jakarta, Yogyakarta, ada juga dari Medan sampai Aceh," beber Amir.

"Cita-cita saya semoga saja penjualan hingga keluar negeri," tambahnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved