Breaking News:

Penyakit Jantung Koroner tidak Perlu Operasi, Dapat Gunakan Teknologi IVUS di RSMH Palembang

Penyempitan pembuluh darah jantung atau yang disebut penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu jenis kasus sering terjadi di bidang kardiova

Penulis: maya citra rosa | Editor: Sudarwan
Dok RSMH Palembang
Tim medis RSMH Palembang mengoperasikan alat untuk perawatan jantung. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Penyempitan pembuluh darah jantung atau yang disebut penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu jenis kasus sering terjadi di bidang kardiovaskular.

Gejala yang timbul pada umumnya adalah nyeri dada (angina) yang datang terutama pada saat beraktivitas akibat kurangnya suplai darah dan oksigen ke jantung.

Dokter Subspesialistik Perawatan Intensif dan Kegawatan kardiovaskular – Kardiologi Intervensi RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, Dr Edrian Sp.JP (K)-FIHA menjelaskan sebagian PJK dapat ditangani dengan obat, namun sebagian lagi cukup serius sehingga memerlukan intervensi khusus.

Oleh karena itu, pada penanganan kasus kompleks tanpa tindakan operasi, saat ini terus dikembangkan salah satunya menggunakan teknologi canggih IVUS (Intravascular Ultrasound) dan Rotablator.

Tim ahli jantung RSMH Palembang berhasil mengerjakan 9 kasus kompleks jantung tanpa tindakan operasi atau disebut dengan intervensi non bedah.

"RSMH sebagai rumah sakit rujukan akhir dengan salah satu unggulannya yaitu pelayanan jantung terpadu, RSMH telah melakukan berbagai macam penanganan kasus jantung," ujarnya, Selasa (15/6/2021).

Dia menjelaskan IVUS adalah teropong ultrasonik yang mampu melihat langsung kondisi di dalam pembuluh darah sehingga pemasangan ring menjadi lebih akurat.

Sedangkan Rotablator adalah sejenis burr yang mampu memecah dan menghaluskan pembuluh darah yang kaku dan keras, dua alat ini sangat dibutuhkan pada beberapa kasus khusus.

Seperti kasus pada daerah percabangan (bifurkasio) dan pengapuran (kalsifikasi) yang dikategorikan sebagai kasus sulit dengan kondisi balon dan ring jantung yang tidak dapat mengembang dengan baik.

"Saat ini kondisi 9 pasien tersebut dalam kondisi baik, kami selalu siap melayani masyarakat Sumsel khususnya dan rujukan dari wilayah lainnya," ujarnya.

Direktur Utama RSMH dr. Bambang Eko Sunaryanto, Sp.KJ,MARS mengatakan dengan adanya teknologi ini, proses pengobatan tidak perlu melalui operasi.

Pasien dapat dirawat berkisar tiga hari, sehingga dari segi pembiayaan sangat efisien dan prosedur yang lebih mudah.

"Semua prosedur tersebut dapat dilakukan di kota Palembang dan tidak perlu jauh-jauh ke luar kota atau keluar negeri, pengobatan canggih ini dapat diakses oleh peserta asuransi pemerintah (BPJS),” ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved