Berita Religi
Jarang Diketahui, Siapa Sangka Ternyata Inilah Kesalahan Kita dalam Membaca Doa Iftitah Saat Sholat
Doa iftitah seringkali dibaca ketika sholat dan hukumnya sunnah, lantas apa kesalahan dalam membaca doa iftitah ketika sholat yang jarang disadari?
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Apa saja kesalahan dalam membaca doa iftitah ketika sholat? Begini penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Iftitah merupakan doa yang dibacakan ketika sholat baik sunnah maupun wajib.
Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram pada rakaat pertama dan sebelum membaca Surat Al-Fatihah.
Doa iftitah tak hanya sartu, ada beberapa macam, namun yang biasanya sering dibaca yakni dengan lafaz Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa'ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin.
Dari hadits-hadits shahih, kita mendapatkan doa iftitah yang diajarkan Rasulullah ternyata cukup banyak. Ada yang pendek, ada yang cukup panjang. Intinya adalah memuji Allah, memuliakan dan menyanjung-Nya.
Bacaan doa iftitah bersumber dari Hadis Nabi yang diriwayatkan Imam Ahmad, Dari Ali radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW apabila telah melakukan takbiratul ihram membuka salatnya dengan bacaan doa iftitah, yaitu firman-Nya: Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (Al-An'am: 79) dan firman-Nya: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Surat Al An'am: 162), hingga akhir ayat berikutnya.
Doa iftitah itu merupakan bentuk penghambaan diri manusia kepada Allah sebagaimana dalam Firman-Nya:
Katakanlah, "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah. Tuhan semesta alam." (Al-An'am: 162)
Dalam Tafsir Ibnu Katsir menerangkan bahwa sesungguhnya salatnya hanyalah untuk Allah, dan ibadahnya hanya semata-mata untuk Allah, tiada sekutu bagi-Nya.
Lantas, apa kesalahan dalam membaca doa iftitah ketika sholat yang jarang disadari?
Berikut penjelasan Ustaz Adi Hidayat mengenai kesalahan dalam membaca doa iftitah ketika sholat yang dibagikan melalui kanal YouTube Afterlife Fighters.
Baca juga: Selama Ini Jarang Disadari, Ternyata Ada 3 Kesalahan dalam Membaca Doa Iftitah, No 1 Sia-sia Belaka

Terkait hal ini yang bersumber dari Hadits Al-Bukhari No. 711 dan Hadits Muslim No. 1848, Musnad Ahmad No. 4339 dan 764, Ibnu Majah No. 3221.
Dijelaskan Ustaz Adi Hidayat jika doa iftitaf atau juga disebut istiftah terdapat 12 macam bukan hanya satu.
Doa iftitah tersebut terdiri dari lafaz yang panjang, sedang hingga pendek.
"Kalau anda bacakan yang panjang maka ulama menamakan sin di depannya menjad istiftah, jadi kalo disebutkan istiftah berati doanya agak panjang," terang Ustaz Adi Hidayat.
"Kalau disebutkan iftitah berarti yang pendek, kenapa ada yang panjang dan memilih doa ini sesuai dengan keadaan kita saat akan menunaikan sholat," tambahnya.
Maka dalam hal ini memilih bacaan doa iftitah atau istiftah yang pendek dan panjang sesuai dengan kondisi dan keadaan ketika hendak menunaikan sholat.
"Kalau anda sholat dalam keadaan yang tenang, tidak ada masalah, maka pilih yang sedang," tuturnya.
"Kalau anda sholat malam, waktunya sangat panjang, hubungan dengan Allah tinggi maka pilih yang panjang," jelasnya.
Di antara 12 macam pilihan doa yang bisa dibcaa, umumnya masyarakat Indonesia memilih satu di antara dua.
Yakni memilih menggabungkan dua doa sekaligus, Allahu akbar kabiroo dengan wajjahtu, hal ini juga sering diajarkan ketika kecil.
Dalam hal in Ustaz Adi Hidayat pun membedakan antara wajjahtu dan innii wajjahtu.
"Kalau anda membaca wajjahtu, walaupun disambungkan dengan Allahuakbar kabiro ini benar dua doa disambungkan, hadisnya shahih muslim no. 1848, Musnad Ahmad no. 764, dari Abi bin Abi Thalib,
Artinya:
Saya pernah sholat di belakang Rasulullah SAW menggunakan istiftah, maka beliau membaca doa istiftahnya wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman.
Sementara jika ingin membaca yang pakai innii bisa ditemukan dalam hadis Ibnu Majah no 3221 dari Jabir bin Abdullah,
Artinya:
Saya seringkali melihat Rasulullah SAW, setiap kali beliau menyembelih hewan kurban menghadapkan hewannya ke arah kiblat kemudian mengatakan ya Allah mohon terima kurban ini dari Muhammad dan dari keluarga Muhammad, dan dari umatnya Muhammad yang dalam hidupnya tidak pernah bisa kurban.
Kemudian beliau memulai doanya Bismillahi Allahuakbar innii wajjahtu.
"Dan kami mengecek di 1235 kitab hadis yang ada sekarang dari mulai yah shahih sampai yang palsu pun tidak didapati doa innii wajjahtu dipakai dalam sholat, hadis palsu aja nggak ada yang saat sholat menggunakan innii wajjahtu," jelas Ustaz Adi Hidayat.
"Karena pemalsu hadis pun tidak tertarik karena sudah tahu doa ini dibaca saat menyembelih hewan kurban," tuturnya.
Disebutkan pula oleh Ustaz Adi Hidayat jika seorang tokoh NU bernama KH. Muhyiddin Abdusshomad mengarang buku berjudul Fiqih Tradisionalis terdiri dari 393 halaman.
Pada halaman 87-88 beliau cantumkan hadis riwayat Musnad Ahmad no 4339 disampaikan wajjahtu tidak menggunakan inni.
"Jadi kalau anda ingin membacakan doa iftitah atau istiftah membaca menggunakan wajjahtu, innii-nya tidak dibaca," terang Ustaz Adi Hidayat.
Lantas, kapan membaca Allahuakbar kabiro dan wajjahtu?
"Kita lihat dulu kan ada 12 doa yang sering dibaca oleh Nabi Allahumma ba'id yang sedang tenang dalam keadaan biasa dan wajjahtu," jelasnya.
"Ternyata ditemukan Rasulullah itu kalau beliau membaca Allahumma ba'id itu seringkali membaca dalam sholat siang, khususnya yang fardhu, jarang baca yang lain" paparnya.
"Tapi kalau beliau menunaikan sholat malam, dalam tahajudnya itu yang sering dibaca bukan Allahumma ba'id, tapi yang wajjahtu," tambahnya.
Berkut ini adalah doa iftitah Allahuma baid lengkap dengan latin dan terjemahannya:
اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ
الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
“Allaahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. allaahummaghsil khathaayaaya bil maa-i wats tsalji wal barad”
Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa-dosaku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan dan dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah (bersihkanlah) aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.”
SUBSCRIBE US