Breaking News:

Dalam Satu Pekan, Hotspot Tidak Terpatau di Wilayah Musi Rawas, Begini Penjelasan BPBD

Dalam seminggu ini jumlah hot spot berkurang bahkan tidak terpantau di Musi Rawas.Itu bisa terjadi karena masih ada hujan yang turun

Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Petugas BPBD Kabupaten Musi Rawas bersama anggota Polri memadamkan kebakaran lahan diwilayah Jajaran Baru Kecamatan Megang Sakti beberapa waktu lalu. Foto : Dok BPBD Musi Rawas. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Dalam sepekan terakhir, belum terpantau adanya hotspot diwilayah Kabupaten Musi Rawas.

Demikian dikatakan Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas, Eko Sepriwan kepada Sripoku.com, Selasa (15/6/2021).

"Dalam seminggu ini jumlah hot spot berkurang bahkan tidak terpantau. Dikarenakan masih adanya hujan yang turun. Wilayah Sumsel khususnya Musi Rawas masuk dalam katagori kemarau basah. Artinya disela cuaca yang panas masih adanya curah hujan yang turun diwilayah Kabupaten Musi Rawas," kata Eko Sepriwan.

Dikatakan, sepanjang tahun 2021, terhitung sejak bulan Januari sampai 9 Juni 2021, jumlah hotspot yang terpantau diwilayah Kabupaten Musi Rawas sebanyak 34 hotspot kategori medium.

Hotspot ini merupakan semak belukar yang terbakar yang tersebar diwilayah Kecamatan Muara Lakitan, Muara Kelingi BTS Ulu Cecar, Selangit, STL Ulu Terawas dan Kecamatan Jayaloka.

"Lahan yang terbakar semak belukar dan perkebunan warga. Namun hot spot belum tentu titik fire hot spot. Karena hot spot itu titik panas," ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan, wilayah yang termasuk kategori rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) antara lain di Kecamatan Muara Lakitan, Muara Kelingi, BTS Ulu cecar, Megang Sakti, Selangit dan Kecamatan STL Ulu Terawas.

Karena itu, selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat dalam menghadapi karhutlah, juga melakukan monitoring diwilayah-wilayah tersebut.

Menurutnya, BPBD Kabupaten Musi Rawas telah menyiapkan tiga regu pemadam. Dimana setiap regu berjumlah 11 orang dengan melaksanakan piket 1x24 jam. Jika sewaktu-waktu terjadi bencana segera direspon untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Selain itu, BPBD Musi Rawas menyiagakan peralatan serta kendaraan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Seperti pompa portabel bertekanan tinggi guna melaksanakan pemadaman lahan serta mobil tanki air sebanyak dua unit yang bisa memadamkan api pada saat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Musi Rawas," katanya. (ahmad farozi)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved