Breaking News:

107 Pekerja Korban PHK PT BPR Meminta Keadilan, Tunjuk Kuasa Hukum Cari Keadilan

107 pekerja PT BPR meminta pendampingan hukum dari kantor advokat Zulfikar, SH dan Rekan dalam upaya mendapatkan keadilan

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/a havis
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ Kuasa hukum para pekerja PT BPR yang di-PHK, Didi Efriyadi SH dari kantor advokat Zulfikar, SH dan Rekan memberikan keterangan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah setahun persoalan tidak kunjung tuntas, akhirnya 107 mantan PT BPR meminta pendampingan hukum dari kantor advokat Zulfikar, SH dan Rekan guna mendapatkan hak mereka atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh pihak perusahaan. 

Kuasa hukum para pekerja PT BPR yang di-PHK, Didi Efriyadi SH dari kantor advokat Zulfikar, SH dan Rekan, membenarkan bila pihaknya menerima kuasa dari para pekerja PT BPR untuk mendampingi dalam penyelesaian persoalan PHK.

"Ada 107 pekerja PT BPR yang minta pendampingan ke kita, karena permasalahan hak, dan PHK sepihak," kata Didi Efriadi yang mantan anggota Fraksi NasDem DPRD Sumsel. 

Mardiansyah, SH selaku kuasa hukum yang diberi kuasa oleh para pekerja PT BPR menambahkan bila ada 4 permasalahan yang dialami para pekerja BPR. 

Menurutnya, ada empat poin yang digarisbawahi. Pertama masalah hak, dalam hal ini gaji karyawan tidak sesuai dengan UMK, kedua terkait selisih lembur, yang mana tidak sesuai, ketiga, Peraturan Perusahaan, dalam hal ini kontrak kerja tidak ada, ke empat PHK, dilakukan sepihak oleh perusahaan. 

"Kami minta pihak berwenang memanggil dan melakukan pemeriksaan terkait masalah ini karena sudah berjalan hampir satu tahun," tegas Mardiansyah. 

Said (28) salah satu operator pengeringan PT BPR yang di PHK menuturkan bila pemecatan dirinya seolah-olah dibuat-buat.

"Usai saya gabung di serikat pekerja buruh PT BPR, banyak permasalahan. Dan puncaknya saya dituduh menaikan suhu terlalu tinggi sehingga menyebabkan kerusakan," terangnya.

Ia mengaku diberi pilihan ganti rugi uang, namun lupa rincinya tapi jelasnya miliaran, atau dipecat. 

Hal senada disampaikan Karyawan PT BPR, Hendra (22) juga menuturkan bila permasalahan sering terjadi setelah dirinya mengikuti serikat buruh.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved