Breaking News:

'MANA Ada Profesor Kehormatan,' DIRJEN Dikti Soal Pengukuhan Megawati:'Profesor Itu Jabatan'

Nizam angkat bicara mengenai gelar Profesor Kehormatan untuk Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri oleh Universitas Pertahanan.

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat acara pengukuhan menjadi profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI, dalam Sidang Senat Terbuka, Jumat (11/6/2021). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nizam angkat bicara mengenai gelar Profesor Kehormatan untuk Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri oleh Universitas Pertahanan.

Nizam mengatakan, tidak ada gelar Profesor Kehormatan di perguruan tinggi.
Yang ada doktor kehormatan. "Setahu saya tidak ada gelar Profesor Kehormatan.
Mungkin maksudnya doktor kehormatan," kata Nizam dikutip dari Kompas TV, Jumat (11/6/2021).

Hal tersebut disampaikan Nizam sebagai tanggapan atas pemberian gelar Profesor Kehormatan kepada Presiden RI ke-5 cum Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri oleh Universitas Pertahanan RI (Unhan).

Tidak hanya pemberian gelar, Megawati juga disebut sebagai guru besar tidak tetap di universitas tersebut. Nantinya setelah mengikuti pengukuhan, Megawati akan menyandang gelar Prof Dr (HC).

Nizam menjelaskan terkait gelar kehormatan berupa doktor, hanya bisa diberikan oleh perguruan tinggi kepada seseorang yang dinilai memiliki jasa atau karya luar biasa.

Nizam memperjelas, gelar tersebut berbeda dengan status guru besar tidak tetap yang kabarnya akan juga didapatkan oleh Megawati.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Gelar yang akan didapat oleh peraih Doktor Kehormatan, yaitu Dr (HC) bukan Prof Dr (HC).
Soal penetapan Megawati sebagai guru besar, Nizam menegaskan guru besar atau profesor merupakan jabatan, bukan gelar.

Diketahui sebelumnya, berdasar Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 65 Tahun 2016 tentang Gelar Doktor Kehormatan, gelar doktor kehormatan diberikan oleh perguruan tinggi kepada seseorang dengan jasa yang luar biasa dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau berjasa dalam bidang kemanusiaan.

Halaman
12
Editor: Wiedarto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved