Breaking News:

Warga 8 Desa Keluhkan Dampak Proyek Waduk di OKU Selatan, Polusi Debu dan Merusak Jalan

Proyek pembangunan bendungan Waduk Tiga Di Haji menimbulkan persoalan bagi warga delapan desa. Pemukiman berdebu dan jalanan juga rusak

sripoku.com/alan
SRIPOKU.COM/ALAM NOPRIANSYAH Polusi Debu : Warga Desa Kual Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan menyiram debu di Jalan Raya, Jumat (11/6/2021). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Warga delapan Desa di Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) mengeluhkan dampak dari aktivitas pembangunan bendungan Waduk Tiga Di Haji.

Disamping  menimbulkan persoalan lingkungan karena pemukiman warga tercemar debu, fasilitas umum jalan raya  juga rusak berlubang yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Tokoh masyarakat setempat Hasanudin mengatakan pemukiman warga tercemar polusi debu dari lalu lalang truk proyek, dan sejumlah titik jalan raya pun mengalami rusak parahyang dapat membahayakan warga dan pengguna jalan.

"Untuk kondisi jalan menuju ke proyek bendungan Tiga Dihaji ini cukup rawan, pertama polusi debu, masyarakat sekitar mengeluhkan debu yang bertebaran sehingga menganggu pernafasan,"ujar Hasanudin, salah seorang tokoh di Desa Kual.

Tak hanya itu Hasanudin mengungkapkan penyebab kerusakan jalan dikarenakan puluhan kendaraan alat berat yang melintas dengan tonase tinggi dilokasi untuk proses pembangunan waduk tiga dihaji.

"Beberapa titik jalan yang dilintasi oleh mobil pengangkut (alat berat) banyak jalan yang sudah rusak parah sehingga rawan kecelakaan di beberapa titik,"tambahnya.

Meminimalisir terjadinya polusi debu yang mengancam penduduk setempat, warga terpaksa secara manual menyiram akses jalan didepan rumah masing-masing menggunakan ember.

Disisi lain warga berharap pihak terkait bertanggung memperbaiki akses jalan sebagai tanggung jawab terhadap keselamatan pengendara serta kesehatan warga yang terdampak umumnya di delapan Desa wilayah Kecamatan Tiga Dihaji.

"Harapan dari kami masyarakat ini turut serta para perusahan ikut memperbaiki kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten sehingga masyarakat tidak terganggu dengan akses jalan,"terangnya.

Bahkan, warga yang merasakan dampak polusi dan kerusakan jalan akan menghadap wakil rakyat DPRD Kabupaten OKU Selatan mencari solusi perihal kerusakan jalan dan debu yang mengancam kesehatan warga.

"Kalau memang tidak ada perhatian dari perusahaan dan pemerintah Kabupaten kita akan meminta bantuan terhadap wakil rakyat meminta solusi,"katanya.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved